Skripsi
Optimaslisasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Studi kasus pada DivisiMunisi PT. Pindad (Persero) Turen) / Yanuar Rizali Al\'rosyid
Abstrak
Kata Kunci Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu 1) Pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja 2) Faktor faktor yang menghambat pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja 3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teori. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Divisi Munisi PT. PINDAD (PERSERO) Turen. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama bahwa optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan dengan mangacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja keputusan Direksi PT. PINDAD (PERSERO) dengan surat keputusan tahun 2003 tentang kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja jaminan keselamatan dan kesehatan kerja pemberian alat pelindung diri (APD) dan audit internal serta eksternal. Kedua bahwa dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terdapat hambatan-hambatan yang pada dasarnya disebabkan oleh tenaga kerja itu sendiri yaitu masih kurangnya komunikasi antara pihak manajemen dan tenaga kerja terutama anggota P2K3 dalam penyampaian seluruh informasi yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja masih banyak tenaga kerja yang kurang memahami masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang dikarenakan kesibukan produksi masih banyaknya tenaga kerja yang tidak disiplin dalam penggunaan alat pelindung diri karena merasa tidak nyaman saat digunakan dan kurang leluasa dalam pergerakannya. Ketiga upaya yang dilakukan untuk menanggulangi hambatan-hambatan dalam optimalisasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu dengan sosialisasi atau diklat masalah keselamatan dan kesehatan kerja pemenuhan kompetensi kualifikasi pekerja terhadap pekerjaan yang dilakukan (job description) rekayasa engineering dengan penggantian bahan berbahaya dengan bahan yang tidak berbahaya menjauhkan bahan berbahaya dari pekerja dengan menerapkan lay out tata ruang atau alur proses savety patrol kegiatan atau lomba 5R serta pemberian punishment dan reward. Kemudian saran dari hasil analisis data tersebut ialah sebagai berikut. Pertama dalam penambahan tenaga kerja baru harus benar-benar selective dan kemampuan calon tenaga kerja baru harus sesuai dengan job description yang dibutuhkan perusahaan. Kedua perlu juga diadakannya pelatihan khusus atau pelatihan secara bertahap kepada setiap tenaga kerja terutama tenaga kerja baru. Ketiga pihak manajemen maupun anggota P2K3 selaku penanggungjawab agar lebih tegas terhadap setiap tenaga kerja yang melanggar aturan-aturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Keempat perusahaan harus menyediakan alat pelindung diri (APD) yang lebih aman dan nyaman dari yang ada sekarang terhadap tenaga kerja yang bekerja dalam tingkat bahaya yang tinggi. Kelima perusahaan agar terus berusaha mencari mesin-mesin baru yang sesuai dengan yang dibutuhkan.