Tesis
Kajian tentang kualitas betonhurt dari biji nangka (Artocarous heterophyllus) varietas bubur dan salak dengan variasi starter ditinjau berdasarkan tekstur, aroma, rasa dan kadar asam laktat sebagai materi handout biologi di SMA / Sri Utaminingsih
Abstrak
Kata Kunci Betonhurt Beton starter tekstur aroma rasa kadar asam laktat dan bahan ajar Biologi Beton ialah biji nangka yang keberadaannya masih belum banyak dimanfaatkan sehingga menjadi limbah yang dapat mengganggu lingkungan padahal kandungan gizi yang terdapat pada beton sangat tinggi. Beton memiliki kandungan protein zat besi vitamin B1 karbohidrat kalsium fospor dan vitamin C yang diperlukan oleh tubuh. Beton berpotensi untuk dibuat menjadi minuman fermentasi sejenis susu asam yaitu betonhurt. Pemanfaatan beton menjadi bahan olahan minuman diperoleh dari hasil fermentasi melalui aktivitas bakteri asam laktat. Salah satu materi pembelajaran Biologi di SMA ialah tentang Bioteknologi. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dirancang pembuatan bahan ajar Biologi khususnya tentang materi pembuatan betonhurt (yoghurt dari biji nangka) sebagai salah satu cara pemanfaatan limbah beton untuk minuman fermentasi melalui penyusunan bahan ajar berbentuk handout. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji perbedaan tekstur aroma dan rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda (2) menguji perbedaan tekstur aroma dan rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda (3) menguji perbedaan tekstur aroma dan rasa betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter (4) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda (5) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda (6) menguji perbedaan kadar asam laktat betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter dan (7) merancang hasil penelitian tentang kualitas betonhurt dari biji nangka varietas Bubur dan Salak dengan variasi starter ditinjau berdasarkan tekstur aroma rasa dan kadar asam laktat sebagai Bahan Ajar Biologi di SMA dalam bentuk handout. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen murni yang hasilnya diimplementasikan dalam bentuk bahan ajar Biologi berupa handout. Obyek penelitian eksperimen terdiri dari dua varietas beton nangka yaitu varietas Bubur dan varietas Salak yang diperoleh dari pasar nangka Desa Bagelenan Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar serta jenis starter yang terdiri dari Yakult dan Biokul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan September 2012 di Laboratorium Mikrobiologi ruang 305 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Kualitas betonhurt ditentukan berdasarkan hasil uji organoleptik yang terdiri dari tekstur aroma dan rasa yang dilakukan oleh 20 responden terlatih dan kadar asam laktat betonhurt yang diuji dengan metode Spectrophotometri. Teknik pengambilan data kadar asam laktat masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian untuk uji organoleptik dan kadar asam laktat dianalisis menggunakan analisis varians ganda dan dilanjutkan dengan uji DMRT0 05. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt yang dibuat dengan mengunakan varietas beton nangka yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka Salak (2) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Aroma betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter Yakult. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan starter Yakult (3) tidak ada perbedaan yang signifikan pada tekstur betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada aroma betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Ada perbedaan yang signifikan pada rasa betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Rasa betonhurt yang paling tinggi ialah betonhurt yang terbuat dari beton nangka varietas Salak dan jenis starter Yakult (4) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt dengan menggunakan varietas beton nangka yang berbeda. Kadar asam laktat yang tertinggi ialah betonhurt yang dibuat dengan menggunakan varietas beton nangka Bubur (5) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt yang dibuat dengan menggunakan jenis starter yang berbeda. Kadar asam laktat betonhurt yang tertinggi ialah betonhurt yang terbuat dari jenis starter Biokul (6) ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat betonhurt berdasarkan interaksi antara varietas beton nangka dan jenis starter. Kadar asam laktat betonhurt yang tertinggi ialah betonhurt yang terbuat dari beton nangka Bubur dan jenis starter Biokul dan (7) hasil penelitian diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran di sekolah melalui penyusunan bahan ajar dalam bentuk Handout Biologi di SMA pada materi Bioteknologi. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan sebagai berikut (1) Kepada masyarakat dapat memanfaatkan limbah beton sebagai alternatif pengolahan limbah untuk pembuatan dan diversifikasi minuman fermentasi yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan (2) kepada peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan jenis biji-bijian yang lain seperti biji kluwih waluh mangga dan lain-lain diharapkan pula meneliti aspek gizi pada produk betonhurt.