Tesis
Implementasi muatan lokal membatik di SMA Negeri I Situbondo / Nunung Sri Wahyuni
Abstrak
Kata kunci kurikulum muatan lokal pendidikan keterampilan membatik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan alasan penetapan membatik menjadi muatan lokal pelaksanaan muatan lokal membatik minat wirausaha siswa setelah mengikuti mulok membatik dengan menggunakan pendekatan kualitatif yakni fenomenologi yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Responden adalah guru mulok dan siswa kelas XI. Peneliti adalah sebagai instrumen utama. Dalam mengumpulkan data melalui observasi peneliti menggunakan tape recorder pedoman wawancara lembar pengamatan dan catatan lapangan. Triangulasi sumber data data teori dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penetapan muatan lokal membatik merupakan keputusan sekolah dengan tujuan mensukseskan program pemerintah kabupaten Situbondo melestarikan dan mengembangkan budaya lokal khususnya batik situbondo memberikan bekal keterampilan dan peluang usaha 2) implementasi muatan lokal membatik peranan guru dalam pelaksanaan muatan lokal meliputi peranan dalam perencanaan implementasi dan peranan evaluasi. Peranan guru dalam implementasi terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pembukaan tahap inti dan tahap penutup. Implementasi mulok membatik terdapat faktor pendukung dan penghambat 3) minat wirausaha siswa tinggi setelah mengikuti mulok membatik adanya keinginan siswa untuk investasi dalam bentuk peralatan dan bantuan pemasaran. Berdasarkan hasil temuan-temuan penelitian tersebut disimpulkan 1) alasan penetapan muatan lokal membatik mensukseskan program pemerintah kabupaten situbondo yaitu melestarikan dan mengembangkan budaya lokal khususnya batik Situbondo memberikan bekal keterampilan dan sebagai peluang usaha. 2) implementasi muatan lokal membatik (a) peranan guru mulok dalam perencanaan cukup memadai (b) peranan guru dalam implementasi telah terlaksana secara optimal (c) peranan guru dalam evaluasi mulok hanya terbatas pada evaluasi produk sementara evaluasi proses belum tersentuh (d) faktor pendukung dan penghambat. 3) Minat wirausaha siswa setelah mengikuti mulok membatik minat wirausaha siswa tinggi investasi peralatan pemasaran. Adapun saran dalam pelaksanaan muatan lokal membatik 1) Dinas Pendidikan hendaknya berperan dalam menetapkan muatan lokal 2) Kepala Sekolah dalam menetapkan muatan lokal hendaknya dikaitkan dengan lingkungan alam sosial budaya dan kebutuhan daerah serta meningkatkan pelaksanaan supervisi sekolah agar evaluasi terhadap pelaksanaan muatan lokal dapat memberikan konstribusi pada perbaikan kurikulum 3) Guru meningkatkan faktor pendukung dan mengantisipasi faktor penghambat serta meningkatkan kemampuan khususnya dalam bidang membatik.