Tesis
Using personal diary to improve the writing skill of the eight graders of SMPN 1 Binangun Blitar / Sukardi
Abstrak
Kata Kunci buku harian pribadi ketrampilan menulis Salah satu dari empat ketrampilan bahasa yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa adalah menulis. Siswa kelas delapan SMPN 1 Binangun perlu lebih banyak belajar menulis dengan baik karena ketrampilan menulis mereka yang kurang memuaskan. Siswa nampaknya mengalami kesulitan pada apa yang ditulis dan bagaimana menulis dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas delapan SMPN 1 Binangun dengan menggunakan strategi buku harian pribadi. Peneliti memilih strategi ini karena buku harian pribadi berhubungan dengan yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian maka siswa akan lebih mudah mengungkapkan ide mereka karena mereka bisa dapat menulis pengalaman yang telah mereka alami. Dengan menulis buku harian pribadi mereka bisa mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka. Jika mereka melakukannya secara teratur mereka dapat belajar mengungkapkan ide memperkaya kosa kata dan meningkatkan kemampuan tata bahasa berdasarkan pengalaman menulis buku harian pribadi tersebut. Pada akhirnya mereka dapat meningkatkan ketrampilan menulis. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut Bagaimana menggunakan buku harian pribadi dapat meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas delapan SMPN 1 Binangun Blitar Peneliti menerapkan penelitian tindakan kelas yang mencakup empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Subyek penelitian in terdiri dari 36 siswa kelas VIII-H SMPN 1 Binangun pada Tahun Pelajaran 2012/2013. Obervasi dilaksanakan dengan menggunakan tulisan siswa dan kuesioner. Strategi Buku Harian Pribadi yang telah terbukti berhasil meningkatkan ketrampilan menulis siswa mencakup beberap langkah berikut ini (1) mengenalkan dan memberikan penjelasan tentang buku harian pribadi kepada siswa (2) memberikan contoh buku harian pribadi (3) menugasi siswa menulis buku harian pribadi di rumah (4) mengumpulkan buku harian pribadi siswa seminggu sekali (5) memeriksa buku harian pribadi siswa dan mengembalikannya kembali (6) mulai minggu ketiga membuat catatan tentang kesalahan umum pada kalimat siswa (7) mencatat contoh kesalahan kalimat siswa tanpa menyebutkan dan mencatat nama mereka (8) mendiskusikan dan membenahi kesalahan kalimat tersebut bersama-sama dengan siswa (9) memberikan waktu lagi kepada siswa untuk menulis buku harian pribadi sebagaimana dilakukan pada langkah ke-3 (10) pada minggu kelima kedelapan dan kesepuluh menilai tulisan terakhir dalam buku harian siswa dengan menggunakan pedoman penilaian yang telah dipersiapkan dan melaksanakan serta refleksi atas impelementasi strategi yang digunakan dalam penelitian (11) pada minggu kesebelas melaksanakan penilaian tulisan terakhir pada buku harian siswa dengan menggunakan pedoman yang telah disiapkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada minggu terakhir pengimplentasian strategi nilai pesrta didik telah mencapai criteria keberhasilan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil bahwa 5 siswa (13 88%) mencapai nilai 83 33 dan 5 siswa lagi (13 88%) memperoleh nilai 75 00. Sementara itu 17 siswa (47 22%) mendapatkan nilai 66.67 dan 9 siswa (25 00%) mencapai nilai 58.33. Nilai rata-rata yang dicapai oleh 36 siswa sebagai subyek peneliatian adalah 68 05. Hal ini berarti rata-rata nilai yang diperoleh melebihi 65 00 sebagai criteria keberhasilan. Hasil penelitian pada minngu terakhir juga menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai dibawa nilai terendah kriteria keberhasilan 55 00. Akhirnya peneliti menyarankan agar guru Bahasa Inggris menggunakan strategi buku harian pribadi untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa. Namun demikian prosedur pengimplementasion startegi ini bisa saja di modifikasi dan disederhanakan jika diperlukan. Kepada yang berencana melaksanakan peneliatian sejenis khususnya yang memiliki permasalahan serupa mereka boleh melaksanakan penelitian untuk tingkat yang berbeda misalnya untuk siswa kelas Sembilan atau untuk siswa Sekolah Menengah Atas.