Disertasi
Kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan (studi multisitus pada SD Inpres No. 22 Barru I, SD Inpres No. 27 Sikapa, dan SD Inpres Bunne di Kabupaten Barru) / Khaeruddin
Abstrak
Kata kunci kepemimpinan demokratis kepala sekolah peningkatan mutu sekolah dasar Pemerintah telah banyak melakukan upaya peningkatan mutu pendidikan namun belum menunjukkan hasil yang sangat berarti. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Kepemimpinan demokratis adalah cara yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mempengaruhi para guru dan stakeholder agar dapat dengan sukarela tanpa paksaan dan tekanan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan dengan sub fokus (1) nilai-nilai demokratis dalam kepemimpinan kepala sekolah dalam hal (a) visi-misi (b) tujuan dan (c) standar mutu (2) gaya kepemimpinan demokratis dalam peningkatan mutu pendidikan dan (3) peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan yang meliputi (a) akademik dan (2) non akademik. Penelitian ini menggunakan rancangan studi multisitus dengan induksi analitik termodifikasi lokasi penelitian di SD Inpres No. 22 Barru I SD Inpres No. 27 Sikapa dan SD Inpres Bunne di Kabupaten Barru. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah komite sekolah dewan pendidikan pengurus sekolah dan UPTD Kecamatan. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) wawancara mendalam (2) pengamatan peserta dan (3) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu (1) analisis data situs individu dan (2) analisis data lintas situs. Pengecekan keabsahan data melalui (1) triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data (2) pengecekan anggota dan (3) diskusi teman sejawat serta arahan dosen pembimbing. Temuan penelitian menunjukkan bahwa (1) partisipasi masyarakat lokal dalam perumusan visi misi tujuan dan standar mutu dalam era demokratisasi dan otonomi sekolah adalah mutlak. Hal ini disebabkan oleh karena beralihnya stakeholder dari pemerintah ke masyarakat lokal lingkungan sekolah. Masyarakat sebagai pemangku kepentingan maka harus berperan aktif atas penyelenggaraan sekolah yang menjadi tanggungjawabnya. Namun tingkat partisipasi masyarakat lokal masih sangat bervariasi antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh karena tingkat kesadaran dan pemahaman para stakeholder akan pentingnya visi misi tujuan dan standar mutu dalam penyelenggaraan pendidikan (2) gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam aktivitas supervisi dan monitoring pembelajaran ditampilkan dalam bentuk pola-pola disiplin persuasif delegasi mendukung motovasi membimbing bijaksana mempengaruhi dan suritauladan . Pola tersebut mendorong kinerja kreativitas dan inovasi sehingga dapat mendorong peningkatan pendidikan dan (3) Peningkatan mutu pendidikan meliputi mutu akademik dan non akademik dapat ditempuh melalui strategi pembelajaran tim delegasi tugas sesuai tanggungjawab menentukan target pencapaian tujuan secara bersama memberi bimbingan dengan bijaksana sehingga dapat menyelesaikan dengan baik memberi dukungan fasilitas yang dibutuhkan dan insetif mendelegasikan tugas kepada guru yang senior kepala sekolah tampil menjadi teladan dalam segala hal khususnya kedisiplinan. Berdasarkan temuan-temuan diatas dikemukakan saran-saran sebagai berikut (1) bagi Sekolah Dasar disarankan bahwa kepemimpinan demokratis cukup efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya lebih ditingkatkan lagi dan sekolah banyak-banyak melibatkan stakeholder dalam menyelenggarakan pendidikan sehingga dapat berperan aktif dan proaktif terhadap pengembangan sekolah (2) bagi pihak Dinas Pendidikan gaya kepemimpinan demokratis ditentukan oleh tiga hal yaitu (1) kesiapan stakeholder untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan (2) kesiapan kepala sekolah untuk bekerjasama dan (3) tingkat profesionalisasi para guru. Oleh karena itu diharapkan kepada Dinas Pendidikan untuk (a) mensosialisasikan urgensi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan mendorong pihak kepala sekolah untuk mengembangkan wawasan demokratisnya dan terus meningkatkan kemampuan guru melalui pelatihan dan pemberian pengalaman (b) pembelajaran tim kinerja tim akan lebih meningkat saat anggotanya termotivasi untuk mencapai sasaran bersama. Komitmen tunggal saat tim menganggap sasaran itu penting dan para anggotanya memiliki keyakinan dari tim untuk mencapainya untuk itu kepala sekolah hendaknya menyampaikan isi yang menarik mengenai apa yang dicapai oleh tim menghubungkan sasaran tugas dengan nilai dan idealisme anggota membangun keyakinan anggota dalam kemampuan tim untuk mencapai sasaran itu dan merayakan kemampuan yang dicapai (c) pemberian kepercayaan untuk melatih dan mendorong staf dalam menerima tanggungjawab agar dapat menumbuhkan ide-ide kreatif maka kepala sekolah untuk mampu mengendalikan diri untuk tidak memaksa semua tugas kepemimpinan. (4) komitmen dengan visi misi tujuan dan standar mutu penting untuk di patuhi agar pengembangan sekolah tetap terus pada tujuan utama. Untuk itu kepala sekolah harus menjadikan visi misi tujuan dan standar mutu sebagai rujukan dalam segala kebijakannya. (5) bagi para guru hendaknya terus meningkatkan kemampuannya baik yang menyangkut tugas pokok maupun kegiatan penunjang yaitu kekompakan berorganisasi agar dapat dan mampu mengikuti laku kemampuan yang ada. dan (6) bagi peneliti lanjut temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan demokratis kepala sekolah dapat mendorong penyelenggaraan pendidikan menjadi efektif sehingga peningkatan mutu dapat dicapai. Agar dapat mengungkap lebih pas mengenai kepemimpinan demokratis sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut pada sekolah-sekolah lainnya dan disarankan pada beberapa situs.