Skripsi
Penerapan metode senam otak pada pembelajaran bahasa Jerman siswa kelas X Animasi di SMKN 11 Malang / Lidinah Sholikhah
Abstrak
Kata kunci metode penguat ingatan kosakata keterampilan berbicara bahasa Jerman Bahasa Jerman telah menjadi salah satu bahasa asing yang banyak diajarkan di Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia khususnya di kota Malang. Salah satu sekolah kejuruan yang mengajarkan mata pelajaran bahasa Jerman adalah SMK Negeri 11 Malang. Mengajarkan bahasa Jerman di SMK memiliki kesulitan tersendiri dari pada mengajarkannya di SMA. Selain waktu belajar yang lebih sedikit siswa menganggap bahasa Jerman bukanlah mata pelajaran utama yang akan di UAN-kan sehingga siswa kurang serius dalam menerima pelajaran. Penyampaian materi yang kurang menarik juga membuat siswa enggan dalam mengikuti kegiatan belajar. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah metode yang mampu menarik minat siswa dalam mempelajari bahasa Jerman sehingga siswa akan dapat menguasai kosakata bahasa Jerman lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode senam otak pada pembelajaran bahasa Jerman siswa kelas X Animasi di SMK Negeri 11 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari hasil observasi angket dan rekaman monolog siswa. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif diantaranya 1) pengumpulkan data penting 2) pendeskripsian dan 3) verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah 12 siswa kelas X Animasi yang mengikuti pembelajaran bahasa Jerman di SMK Negeri 11 Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode senam otak mampu menarik minat siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman metode ini juga mampu menuntut siswa untuk lebih dapat menguasai kosakata lebih banyak lagi daripada sebelumnya serta membuat mereka lebih mengerti bagaimana berbicara bahasa Jerman dengan baik dan benar. Hal ini terbukti dari hasil observasi angket dan rekaman monolog siswa sebagian siswa setuju bahawa metode ini membuat mereka lebih tertarik belajar bahasa Jerman sehingga mereka pun berusaha untuk menguasai kosakata lebih banyak. Berdasarkan hasil penelitian bila guru ingin menerapkan metode senam otak guru disarankan untuk menjelaskan langkah-langkah dan tujuan yang dicapai pada penerapan metode ini. Hal ini bertujuan agar siswa lebih antusias dan dapat lebih memfokuskan diri dalam kegiatan belajar mengajar.