Tesis
Pengembangan modul pembelajaran matematika dengan pendekatan PBL pada materi segitiga dan jajarangen jang kelas IV SD / Kenys Fadhilah Zamzam
Abstrak
Kata Kunci pengembangan modul PBL segitiga jajargenjang. Pengembangan modul dalam kegiatan pembelajaran dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. Penerapan modul juga dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Latar belakang penelitian pengembangan ini karena adanya masalah yang dihadapi oleh siswa kelas IV SDN 1 Wonodadi. Mereka merasa kesulitan dalam memahami materi matematika khususnya materi segitiga dan jajargenjang karena mereka menganggap bahwa proses pembelajaran yang kurang begitu menarik bagi mereka. Oleh karena itu diperlukan pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada permasalahan kehidupan nyata yang mendorong berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mengembangan modul pembelajaran matematika dengan pendekatan PBL pada materi segitiga dan jajargenjang yang valid praktis dan efektif serta dilaksanakan di SDN 1 Wonodadi dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Wonodadi. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan menggunakan lembar validasi lembar keterlaksanaan modul lembar observasi aktivitas siswa angket respon dan tes terhadap siswa. Pengembangan modul matematika dengan pendekatan PBL pada materi segitiga dan jajargenjang memiliki beberapa tahapan sebagai berikut (1) orientasi siswa pada masalah (2) mengorganisasikan siswa dalam belajar (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses penyelesaian masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan modul siswa telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli pembelajaran serta guru matematika. Setelah dilakukan revisi maka diuji cobakan pada siswa kelas IV SDN 1 Wonodadi. Berdasarkan hasil uji coba tingkat keterlaksanaan modul pada tiap pertemuan berada dalam kategori tinggi yaitu pada skor 3.33 sehingga modul yang dikembangkan dikatakan praktis. Sementara untuk indikator aktivitas siswa berdasarkan perhitungan persentase skor rata-rata diperoleh 89% dimana menunjukkan aktivitas siswa dalam mengerjakan modul sangat aktif. Respon siswa juga menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap modul segitiga dan jajargenjang. Selain itu untuk indikator ketuntasan belajar berdasarkan hasil perhitungan dari 26 siswa 21 siswa (84.6%) mendapat nilai minimal 75 dan 4 orang siswa (15.4%) yang mendapat nilai kurang dari 75. Dengan demikian kriteria kepraktisan dan keefektifan modul siswa telah memenuhi apa yang ditetapkan.