Skripsi
Kajian pelaksanaan praktik kerja industri pada kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan SMK Negeri 1 Nganjuk / Ragil Tri Astuti
Abstrak
Kata kunci parktik kerja industri perencanaan proses evaluasi Praktik Kerja Industri (prakerin) adalah salah satu pola pendidikan sistem ganda (PSG) yakni pola penyelenggaraan diklat yang dikelola bersama sama antara SMK dengan industri/asosiasi profesi. Prakerin sangat mempengaruhi mutu lulusan pendidikan SMK jadi dalam pelaksanaanya perlu diperhatikan mulai tahap persiapan tahap proses pelaksanaan sampai tahap evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tahap perencanaan proses dan evaluasi serta mengungkapkan hambatan prakerin pada Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Nganjuk. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan meliputi 1) wawancara 2) observasi 3) dokumentasi dan 4) angket siswa. Sumber data yang dipilih adalah wakil kepala sekolah bidang humas ketua kompetensi keahlian TKJ beberapa pembimbing prakerin di industri dan siswa. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan trianggulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tahap prakerin yang dilaksanakan adalah 1) kegiatan perencanaan meliputi a) pembekalan kompetensi siswa b) pengarahan pengisian perangkat c) pengiriman siswa ke industri 2) kegiatan proses meliputi a) pelaksanaan kegiatan prakerin di industri selama 2 (dua) bulan b) pembekalan materi perkenalan organisasi dan aturan industri serta bimbingan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja c) mencatat kegiatan yang dilaksanakan d) kegiatan siswa dibimbing pihak industri dan dipantau oleh pihak sekolah dengan melakukan monitoring 3) kegiatan evaluasi meliputi a) penyusunan laporan b) presentasi. Hambatan yang terjadi a) proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dilaksanakan dalam waktu yang pendek b) kurangnya dana c) hanya ada 3 (tiga) guru produktif d) penilaian tidak bisa selesai tepat waktu e) kurangnya etos kerja siswa f) siswa kesulitan menyesuaikan materi g) siswa kesulitan melengkapi berbagai perangkat prakerin. Dari hasil yang diperoleh disarankan 1) pihak sekolah a) melakukan perencanaan inventarisasi dan penjajagan tempat prakerin b) meningkatkan kompetensi siswa c) melakukan koordinasi yang baik dengan pihak industri dan semua pihak dalam sekolah yang terlibat d) melakukan monitoring secara berkala dan sama rata pada semua industri e) melaksanakan kegiatan evaluasi dengan maksimal f) melaksanakan kegiatan evaluasi dengan kriteria penilaian yang telah disusun 2) pihak industri a) meningkatkan rasa tanggungjawab membimbing siswa b) memberikan berbagai pengalaman baru pada siswa c) melakukan monitoring kegiatan siswa secara berkala 3) siswa a) meningkatkan kompetensi b) bersungguh sungguh dalam mengerjakan berbagai tugas prakerin agar tidak hanya memperoleh peningkatan pengetahuan tetapi juga keterampilan dan sikap.