Skripsi
Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelajaran eko9nomi kelas X SMA Taman Siswa Malang / Wiwit Agustin
Abstrak
Kata kunci Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw hasil belajar Hasil observasi dalam pembelajaran ekonomi di Kelas X-C SMA Tamanasiswa (Madya) Malang. Guru masih menggunakan metode konvensional yang kegiatannya berpusat pada guru dengan metode tersebut maka sebagian besar siswa belum berinteraksi secara aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajar rendah. Analisis hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X semester genap secara dokumentatif menunnjukan hanya 6 siswa (35 29%) yang mencapai SKM SKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75. Atas dasar masalah tersebut peneliti ingin menerapkan satu model pembelajaran kooperatif yaitu tipe Jigsaw . Tujuannya agar ada peningkatan hasil belajar siswa. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif dengan jumlah anggota kelompok 4-6 orang dimana masing-masing anggota kelompok bertugas sebagai ahli untuk menguasai suatu sub topik yang yang dipelajari bersama kelompok ahli dan harus mampu mengajarkan sub topik pada kelompok asal. Sebelum dilakukan penelitian tindakan peneliti mensosialisasikan kepada guru sehingga guru memahami betul tahapan dan hal- hal yang harus disiapkan dalam model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw . Lokasi penelitian ini di SMA Tamansiswa (Madya) Malang dengan mengambil subyek penelitian siswa kelas X-C jumlah siswa sebanyak 6 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus dengan masing-masing siklus memiliki tahapan (1) Perencanaan tindakan (2) Pelaksanaan (3) Observasi (4) Analisis dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan test. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa siklus I tidak berhasil karena masih terdapat beberapa kekurangan yaitu (1) aktivitas guru pada tahap proses saat pembagian kelompok pengelolaan kelas kurang terkondusif alokasi waktu yang ditentukan untuk diskusi tidak sesuai dan guru terlalu cepat dalam menyimpulkan hasil diskusi (2) aktivitas kelompok pada tahap proses beberapa siswa kurang memperhatikan apa yang disampaikan guru minimnya siswa yang aktif dan berani berpendapat. (3) tahap hasil hasil belajar siswa meningkat 23 53% dari sebelum adanya tindakan sebesar 6 siswa (35 29%) menjadi 10 siswa (58 82%) tetapi masih terdapat 7 siswa yang belum memenuhi SKM. Adapun perbaikan yang dilakukan pada siklus II yaitu (1) aktivitas guru pada tahap proses pengelolahan kelas lebih dikondusifkan agar pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan alokasi waktu yang digunakan harus diperketat agar pembelajaran berjalan efektif guru dalam menyimpulkan hasil diskusi harus secara runtun menghubungkan isi materi satu dengan isi materi yang lain dan menyediakan waktu yang memadahi. (2) aktivitas kelompok pada tahap proses memotivasi siswa supaya lebih memperhatikan apa yang disampaikan guru memotivasi siswa untuk berani bertanya baik pada teman ataupun pada guru menegur siswa yang kurang aktif serta memberikan pujian kepada siswa yang aktif. Perbaikan pada siklus II menunjukan bahwa tindakan penelitian yang dilakukan berhasil hal ini ditandai dengan (1) aktivitas guru dan kelompok pada tahap proses semua aspek yang ada pada lembar observasi guru sudah terlaksana dengan baik. (2) tahap hasil hasil belajar siswa yang memenuhi SKM meningkat dari siklus I berjumlah 10 siswa (58 82%) menjadi 14 siswa (82 35%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X Serta penelitian tindakan kelas ini dapat dikatakan berhasil.