Skripsi
Peningkatan kemampuan berbicara anak kelompok A melalui permainan tebak cerita berkomunikata di PAUD terpadu Pelita Hati, Malang / Noor Herdia Tri Augustien
Abstrak
Kata Kunci kemampuan berbicara permainan tebak cerita berkomunikata anak kelompok A Berbicara adalah suatu bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan manusia disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti atau maksud kepada orang lain. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa kelompok A1 di PAUD Terpadu Pelita Hati kota Malang ditemukan bahwa 13 dari 24 anak (56%) kemampuan berbicaranya rendah. Hal ini ditunjukkan oleh fakta bahwa (1) anak merasa kesulitan dalam menjawab pertanyaan dengan kata Tanya siapa dan dimana dari guru (2) anak pasif dalam kegiatan berbahasa (3) anak kurang tertarik ketika guru bercerita sehingga anak cepat merasa bosan dan (4) anak kurang antusias dalam kegiatan di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan yang mencakup penerapan permainan tebak cerita berkomunikata di PAUD Terpadu Pelita Hati kota Malang dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara anak Kelompok A di PAUD Terpadu Pelita Hati kota Malang. Rencana Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini direncanakan sebanyak dua siklus melalui tahap perencanaan pelaksanaan tindakan penelitian observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok A1 PAUD terpadu Pelita Hati kota Malang yang berjumlah 24 anak. Analisis penelitian data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Kegiatan analisis data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian pada penerapan permainan Tebak Cerita Berkomunikata untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak TK.. Pada siklus I peneliti telah menerapkan permainan Tebak Cerita Berkomunikata sehingga persentase kemampuan berbicara mengalami peningkatan yaitu70%. Pada siklus II kemampuan berbicara anak mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 87% melebihi batas minimal yang ditetapkan 75%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan permainan Tebak Cerita Berkomunikata dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak. Sehingga dalam penelitian tindakan kelas ini disarankan untuk pihak sekolah hendaknya untuk mengembangkan kemampuan berbicara melalui permainan tebak cerita berkomunikata dengan lebih menarik dan bervariasi.