UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisis kemampuan menulis puisi berdasarkan gambar pada siswa kelas III SDN Tanjungrejo 2 Kota Malang / Furing Ratnasari

Ratnasari, Furing - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Kemampuan menulis puisi media gambar sekolah dasar. Menulis puisi merupakan kegiatan mengeksplorasi ide yang diungkapkan dengan menggunakan bahasa- bahasa simbol. Kompetensi seperti itu sejak kelas III seyogyanya diajarkan di sekolah dasar. Namun yang terjadi di sekolah dasar pembelajaran menulis puisi antara lain dilakukan dengan mengimitasi tulisan puisi yang sudah adadan penilaiannya pun juga masih mengarah kepada penggunaan tanda baca. Hal itu memungkinkan siswa kurang dapat memaknai hakikat puisi sehingga tidak pandai dalam menulis puisi. Penelitian yang dilakukan dengan rancangan deskriptif ini dimaksudkan untuk menggambarkan kemampuan siswa dalam menulis puisi yang memuat unsur pemilihan kata penggunaan rima penuangan amanat serta unsur pendukung seperti penggunaan bahasa simbol unsur kelogisan kepaduan serta keutuhan ide. Penelitian yang dilakukan di kelas III SDN Tanjungrejo 2 ini menghasilkan temuan bahwa kompetensi siswa dalam menulis puisi pada unsur pemilihan kata bermakna konotatif tergolong kurang hal ini ditandai dengan sedikitnya jumlah siswa yang menggunakan makna konotatif. Adapun untuk pendayaan rima tergolong baik namun terlepas dari pendayaan daya evokasi siswa. Kompetensi penuangan amanat tergolong kurang ditandai dengan banyaknya siswa yang belum mampu menuangkan amanat baik tersurat maupun tersirat. Adapunakumulasi kompetensi keempat unsur pendukung seperti penggunaan bahasa simbol kelogisan kepaduan dan keutuhan ide tergolong kurang. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin rendah tingkat kemampuan siswa dalam menggunakan makna konotatif maka semakin rendah pula bahasa puitis yang dihasilkan oleh siswa. Adapun dari segi rendahnya pendayaan rimaakhir menimbulkan rendahnya daya evokasi yang dimiliki siswa. Selain itu siswa kurang mampu menuangkan amanat sehingga puisi yang dihasilkan kurang bermakna. Adapun dari aspek kepaduan dan keutuhan ide kurang terpenuhi karena sebagian besar siswa hanya mampu mendeskripsikan gambar sehingga menghasilkan puisi dengan gagasan yang terpecah- pecah. Rendahnya kemampuan siswa tersebut sebagai alasan peneliti memberikan bebarapa saran kepada guru yaitu untuk lebih memperhatikan pembelajaran menulis puisi yang bermakna konotatif karena siswa kelas III sudah mampu mengutarakan ide ke dalam kata- kata serta memiliki sense of estetic yang lumayan baik.Pembelajaran hendaknya diarahkan untuk melatih penggunaan bahasa simbol mendayakan aspek bunyi melalui bentuk- bentuk perulangan dan menyampaikan makna melalui bahasa yang indah mengikat ide gagasan melalui unsur kepaduan serta melakukan penilaian sesuai dengan aturan penulisan puisi.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.6231 RAT a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2013.
Deskripsi Fisik
vii, 177 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01272/KI/13
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. BAHASA INDONESIA (PENDIDIKAN DASAR) - MENULIS PUISI
Pembimbing
1. Rumidjan ; 2. Muchtar
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik