Skripsi
Pengaruh permainan acak huruf terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B TK Aba 10 Malang / Ulfatun Nikmah
Abstrak
Kata kunci Permainan Acak Huruf Membaca Permulaan Anak Kelompok B. Kegiatan yang dilakukan guru cenderung menggunakan metode ceramah penugasan dan kurangnya variasi permainan dalam pembelajaran salah satu penyebab anak kurang termotivasi untuk belajar membaca. Menyikapi hal tersebut maka perlu adanya permainan yang dapat menstimulasi kemampuan membaca anak. Tujuan dalam penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan perkembangan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B sebelum diberikan perlakuan 2) mendeskripsikan perkembangan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B sesudah diberikan perlakuan 3) mendeskripsikan pengaruh antara perkembangan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan permainan acak huruf. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Experiment atau eksperimen pura-pura dengan model satu kelompok Pre-test-Post-test (One Group-Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan berupa lembar penugasan kemampuan bahasa. Analisis data menggunakan uji t dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan 1) kemampuan membaca permulaan anak kelompok B sebelum diberikan perlakuan dengan permainan acak huruf mendapat nilai rata-rata pre test 9 95% pada kriteria kurang 2) sesudah mendapat perlakuan dengan permainan acak huruf mendapat nilai rata-rata post test 14% pada kriteria sangat baik 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan membaca permulaan anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan permainan acak huruf. Hasil analisis perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dalam SPSS 16.0 for Windows didapatkan nilai Z -3 878 lebih kecil dari nilai tabel Wilcoxon 46 untuk N 19 dan Sign (2-tailed) 0 000 lebih kecil dari 0 05. Pemberian permainan acak huruf berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelompok B TK ABA 10 Malang. Disarankan bagi guru agar permainan acak huruf dapat dijadikan alternatif dan acuan perbaikan dalam pembelajaran khususnya dalam bidang kemampuan bahasa. Bagi lembaga PAUD agar mendayagunakan media yang sudah ada dengan cara memodifikasi. Peneliti selanjutnya untuk menambah sampel penelitian dan menggunakan metode penelitian eksperimen yang lebih baik.