Skripsi
Pengaruh penggunaan media gelas ukur terhadap penguasaan konsep pengukuran sederhana anak kelompok A1 TK Aba 10 Kota Malang / Indar Kumala Abadi
Abstrak
Kata Kunci media gelas ukur penguasaan konsep pengukuran sederhana Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelompok A1 TK ABA 10 Kota Malang diperoleh temuan bahwa dalam kegiatan pembelajaran pengukuran sederhana belum menerapkan media pembelajaran. Guru cenderung menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas sehingga proses maupun hasil pembelajaran kurang maksimal. Kegiatan pembelajaran dalam penguasaan konsep pengukuran sederhana tidak hanya disampaikan dengan lisan tetapi perlu melibatkan aktifitas anak dalam menemukan dan memahami konsep pengukuran sederhana melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi dan percobaan sederhana. Media gelas ukur merupakan media pembelajaran yang akan memberi pengalaman langsung kepada anak sehingga anak dapat mempelajari menyimpulkan dan menyampaikan hasil belajarnya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan penguasaan konsep pengukuran sederhana anak kelompok A1 sebelum menerapkan media gelas ukur di TK ABA 10 Kota Malang (2) mendeskripsikan penguasaan konsep pengukuran sederhana anak kelompok A1 sesudah menerapkan media gelas ukur di TK ABA 10 Kota Malang (3) mendeskripsikan pengaruh media gelas ukur terhadap penguasaan konsep pengukuran sederhana anak kelompok A1 TK ABA 10 Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan quasi experiment (eksperimen pura-pura) dan model penelitian yang digunakan adalah Pre-test and Post-test Group Design (satu kelompok pre-test dan post-test). Sampel penelitian ini adalah anak kelompok A1 di TK ABA 10 Kota Malang. Instrumen yang digunakan lembar penugasan dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data berupa lembar kerja anak dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata penguasaan konsep pengukuran sederhana anak sebelum menerapkan media gelas ukur (pre-test) adalah 8 47. Hasil rata-rata penguasaan konsep pengukuran sederhana anak sesudah menerapkan media gelas ukur (post-test) adalah 14 47. Hasil analisis menunjukkan nilai sign (2-tailed) 0 001 dan nilai Z -3 446. Dengan demikian 0 001 0 05 dan -3 446 25 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gelas ukur berpengaruh terhadap penguasaan konsep pengukuran sederhana anak kelompok A1 TK ABA 10 Kota Malang. Berdasarkan penelitian ini dalam proses pembelajaran perlu memilih metode maupun alat/sumber belajar yang tepat seperti penggunaan media pembelajaran. Selain itu untuk peneliti lanjut diharapkan dapat menjadi masukan dan mengontrol variabel lain yang mempengaruhi hasil pembelajaran.