Tesis
Applying collaborative writing process strategy to improve students\' ability in writing a narrative text / M. Fadhly Farhy Abbas
Abstrak
Kata kunci Strategi Menulis Proses Kolaboratif Kemampuan Menulis Teks Naratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif pada kelas X-3 SMA Negeri 1 Turen khususnya dalam menggenerasikan mengembangkan mengorganisasi ide menggunakan tata bahasa yang benar kosa kata yang tepat dan mekanik penulisan yang benar seperti tanda baca huruf besar dan ejaan. Kemampuan siswa dalam menulis teks naratif ditingkatkan dengan menggunakan strategi menulis proses kolaboratif. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Penelitian ini dilakukan mulai dari September sampai November 2012 selama 1siklus yang terdiri dari 5 kali pertemuan. Dalam penelitian ini siswa-siswi tahun pertama kelas X-3 SMA Negeri 1 Turen tahun ajaran 2012/2013 adalah sebagai subjek penelitian. Jumlah subjek penelitian ini adalah 36 siswa yang terdiri dari 22 perempuan dan 14 laki-laki. Setelah penelitian ini dilakukan ditemukan adanya peningkatan pada kemampuan siswa dalam menulis teks naratif. Lebih dari 75% siswa berhasil mencapai 75 sebagai skor minimum yang telah di rancang dalam kriteria kesuksesan. Sebagai tambahan sebagian besar siswa merasa senang menikmati aktif tertarik dan lebih komunikatif ketika menulis naratif teks dengan menggunakan strategi menulis proses kolaboratif. Seiring dengan adanya temuan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks naratif ini pada dasarnya disebabkan atau didukung oleh adanya penerapan tahapan-tahapan mengajar dari strategi menulis proses kolaboratif itu sendiri. Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut (1) Penggenerasian Ide. Dalam tahap ini siswa ditugaskan untuk menggenerasikan ide-ide berdasarkan topik dan gambar yang telah diberikan. Kemudian pembantu menanyakan beberapa pertanyaan yang umumnya menggunakan Wh-questions siapa apa dimana mengapa dan bagaimana untuk memudahkan penulis dalam menggenerasikan ide. (2) Penggambaran. Dalam tahap ini siswa ditugaskan untuk menuliskan gambaran sebuah teks berdasarkan ide-ide yang telah ditemukan oleh pembantu. (3) Membaca dan Meninjau kembali. Dalam tahap ini penulis membaca gambaran teks dan pembantu meninjau kembali gambaran teks. Pembantu memeriksa atau meninjau gambaran teks kembali dimana beberapa kesalahan ditemukan. Kemudian penulis menulis kembali gambaran ide yang telah diperbaiki menjadi esai yang baik. Sebagai tambahan guru membimbing siswa sebelum mereka menulis karangan yang lengkap. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam sebuah karangan. (4) Memperbaiki. Dalam melakukan langkah ini penulis dan pembantu melihat dan memperbaiki gambaran ide sebuah teks secara bersama-sama. Mereka memperbaiki karangan mereka dengan memperhatikan penggunaan tata bahasa kosa kata dan mekanisme penulisan seperti penggunaan tanda baca huruf besar dan ejaan. Mereka melakukan langkah ini lebih dari satu kali. Sehingga karangan mereka menjadi sebuah karangan yang baik. (5) Penggambaran Akhir. Dalam tahap ini penulis menyalin atau menuliskan kembali karangan yang sudah diperbaiki bersama-sama pada tahap sebelumnya. Kemudian guru menugaskan mereka untuk menukar posisi mereka agar mereka berpengalaman sebagai penulis dan pembantu dalam satu siklus menulis proses. Penulis pada tahap penggambaran ide akan bertugas sebagai pembantu pada tahap ini dan pembantu pada tahap sebelumnya seperti penggenerasian ide membaca dan meninjau kembali dan memperbaiki menjadi penulis pada tahap penggambaran akhir ini. Selanjutnya siswa menyerahkan hasil karangan mereka kepada guru. (6) Penilaian. Pada tahap ini salah satu kelompok mempublikasikan atau menuliskan hasil kerjanya di papan tulis sebelum guru mengevaluasi hasil kerja siswa. Kemudian guru menyuruh siswa yang lain untuk memeriksa karangan temannya yang telah di tulis di papan tulis untuk mendapatkan masukan. Setelah itu guru mengevaluasi hasil kerja siswa sekaligus memberikan masukan terhadap hasil kerja siswa Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi menulis proses kolaboratif dalam pengajaran menulis naratif teks dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis mereka. Hal ini dapat dibuktikan bahwa dengan menerapkan strategi menulis proses kolaboratif siswa mampu mencapai kriteria ketuntasan yang telah di rancang. Selanjutnya hasil temuan dari penelitian ini berdampak kepada guru-guru bahasa Inggris bahwa strategi menulis proses kolaboratif ini dapat diterapkan pada pengajaran menulis naratif teks atau jenis teks yang lain untuk level siswa yang sama atau berbeda.