Skripsi
Pengaruh pendinginan hasil las MIG (Metal Inert Gas) dengan berbagai media pendingin terhadap kekerasan jalur las dan sekitarnya / Akhmad Khoirur Rizal
Abstrak
Kata Kunci Baja St 41 las MIG logam las daerah HAZ media pendingin kekerasan. Pengelasan MIG merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung (inert gas ). Las MIG (Metal Inert Gas) merupakan las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus sebagai elektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat ( rol ) yang gerakannya diatur oleh motor listrik. Daerah las-lasan terdiri dari tiga bagian yaitu daerah logam las daerah pengaruh panas atau heat affected zone disingkat menjadi HAZ dan logam induk yang tak terpengaruhi panas. Daerah logam las adalah bagian dari logam yang pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku. Komposisi logam las terdiri dari komponen logam induk dan bahan tambah dari elektroda. Daerah pengaruh panas atau heat affected zone (HAZ) adalah logam dasar yang bersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklus termal pemanasan dan pendinginan cepat sehingga daerah ini yang paling kritis dari sambungan las. Logam induk adalah bagian logam dasar di mana panas dan suhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur dan sifat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya (2) Nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin air garam pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya (3) Nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin Oli pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya dan (4) Apakah terdapat perbedaan nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM air garam dan oli pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya. Penelitan ini menggunakan teknik analisis anava data hasil uji normal lalu dengan uji regresi. Hasil penelitian rata-rata nilai kekerasan tertinggi pada media pendingin yang berbeda yakni pada media air garam mencapai 79 802 HRB kemudian media air PDAM 78 923 HRB lalu media oli 75 128 HRB yang semakin rendah. Laju pendinginan berpengaruh terhadap nilai kekerasan dalam pengelasan baja St 41 semakin cepat laju pendinginan nilai kekerasan semakin tinggi.