Skripsi
Perbedaan hasil belajar dan metakognitif siswa antara model Project Based Learning (PBL) dengan menerapkan tutor sebaya dan model Project Based Learning (PBL) pada mata pelajaran mulok desain grafis / Dian Nurmala Sari
Abstrak
Kata kunci hasil belajar metakognitif project based learning tutor sebaya desain grafis. Pada mata pelajaran mulok Desain Grafis siswa dituntut untuk lebih terampil dan aktif selama kegiatan belajar mengajar dan dapat mengembangkan keterampilan tersebut. Bentuk-bentuk keterampilan dalam Desain Grafis bersifat kompleks maka penerapan strategi pembelajaran yang bersifat dasar saja tidak cukup. Salah satu model pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan tersebut adalah model pembelajaran Project Based Learning (PBL). Dalam penelitian ini model pembelajaran PBL akan diintegrasi dengan model tutor sebaya dan strategi metakognitif. Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa membuat siswa lebih aktif meningkatkan keterampilan siswa untuk mencari dan mendapatkan informasi serta dapat mendorong siswa mengkonstruk pengetahuan kognitif yang disebut metakognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya perbedaan hasil belajar dan metakognitif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menerapkan model pembelajaran PBL dengan Tutor Sebaya dan strategi metakognitif. Kelas kontrol tanpa menggunakan Tutor Sebaya. Model eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest - posttest control group design . Variabel bebas yaitu model pembelajaran variabel terikat yaitu hasil belajar dan metakognitif siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKJ SMK Negeri 2 Malang. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling pertimbangan (purposive sampling) dan ditetapkan kelas X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dan metakognitif yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dikarenakan model pengelompokan Tutor Sebaya mengoptimalkan kemampuan siswa yang memiliki prestasi belajar yang lebih dalam satu kelas untuk membantu temannya dalam melaksanakan suatu kegiatan dan memahami suatu konsep sehingga siswa saling bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Interaksi antara tutor dengan siswa yang tidak menjadi tutor berlangsung pada tingkat metakognitif yaitu tingkatan berpikir yang menekankan pada pembentukan keterampilan learning how to learn atau think how to think (mengapa demikian bagaimana hal itu bisa terjadi dan sebagainya).