Skripsi
Penggunaan boneka tongkat untuk meningkatkan kemampuan menyimak dongeng kelas II SDN Dawung 2 Kediri / Yunia Bintarti
Abstrak
Kata kunci boneka tongkat menyimak dongeng SD. Keterampilan menyimak merupakan keterampilan terpenting sebelum melakukan kegiatan berbahasa karena keterampilan ini digunakan pertama kali oleh siswa dalam proses pembelajaran. Hasil observasi awal pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menyimak dongeng di kelas II SDN Dawung 02 Kediri diperoleh informasi bahwa hasil belajar menyimak dongeng tidak memuaskan dengan nilai rata-rata hasil belajar 68 6 dan ketuntasan belajar 32% sehingga belum mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yang ditetapkan yaitu 75 00. Pada saat pembelajaran guru belum menggunakan media yang sesuai sedangkan media yang digunakan berupa buku teks dan LKS sehingga siswa tidak tertarik dan bersemangat dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penggunaan media boneka tongkat yang dapat meningkatkan kemampuan menyimak dongeng. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN Dawung 2 Kediri. Peneliti berperan sebagai praktikan sedangkan guru kelas melakukan pengamatan terhadap aktivitras guru dan siswa. Tahap-tahap dalam penelitian ini terdiri dari (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan dan observasi (3) refleksi (4) revisi. Proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan boneka tongkat telah dilaksanakan secara efektif dalam 2 siklus. Hal tersebut terbukti karena seluruh indikator di setiap siklusnya berhasil tercapai dengan baik sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Aktivitas pembelajaran dalam penelitian ini meliputi kegiatan menyimak dongeng tanya jawab dan pengerjaan soal evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan boneka tongkat mampu meningkatkan kemampuan menyimak dongeng. Kemampuan menyimak dongeng siswa meliputi pemahaman literal reorgansisai dan inferensial. Hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai tes tahap pra-tindakan yaitu 68 6 dengan ketuntasan belajar 32% pada siklus I meningkat menjadi 73 5 dengan ketuntasan belajar 48% pada siklus II meningkat menjadi 82 76 dengan ketuntasan belajar 80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa boneka tongkat dapat digunakan dalam peningkatan pembelajaran menyimak dongeng di kelas II. Saran peneliti yaitu bagi peneliti lain yang akan melanjutkan penelitian ini agar melakukan perencanaan yang matang dengan memilih cerita dongeng yang memiliki tingkat kesukaran yang sama menjahit boneka tongkat lebih kuat agar tidak mudah rusak dan berlatih teknik mendongeng.