Skripsi
Penggunaan media puzzle magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Trawas tentang kubus dan balok melalui model Problem Based Instruction (PBI) / Imama Nanda Anthaqo
Abstrak
Anthaqo Imama Nanda. 2013. Penggunaan Media Puzzle Magnet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 Trawas tentang Kubus dan Balok melalui Model Problem Based Instruction (PBI). Skripsi Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Drs. Gatot Muhsetyo M.Sc. Kata Kunci Puzzle Magnet Hasil Belajar Problem Based Instruction(PBI) Kubus dan Balok Siswa kelas VIII-A SMPN 1 Trawas masih menganggap matematika sulit. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya hasil ulangan matematika termasuk bahasan jaring-jaring dan luas permukaan kubus dan balok. Guru pengampu matematika kelas VIII-A mengungkapkan lebih dari 50% siswa harus mengikuti remidi untuk mencapai KKM yang ditentukan. Siswa juga cenderung pasif saat pelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan media pembelajaran dan memberi kesempatan siswa untuk aktif belajar bersama kelompok melalui PBI. Dalam PBI pembelajaran berpusat pada siswa dengan pemberian masalah dalam LKS yang harus diselesaikan dengan media. Media dalam penelitian ini adalah puzzle magnet yang memiliki bentuk utuh jaring-jaring kubus dan balok dan terbuat dari mika dilapisi dengan sterofoam dan magnet. Puzzle terdiri atas 6 potongan berbentuk persegi panjang yang diasumsikan sebagai sisi-sisi kubus dan balok. Puzzle magnet dilengkapi dengan lembar seng berukuran 40 cm x 50 cm yang digunakan untuk alas melakukan penyelidikan dengan puzzle. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran dengan media puzzle magnet tentang kubus dan balok melalui model PBI serta mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Trawas tentang jaring-jaring dan luas permukaan kubus dan balok. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 3 pertemuan pada masing-masing siklus. Pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan media puzzle magnet dan LKS berisi masalah. Pembelajaran melalui model Problem Based Instruction (PBI) dilakukan dengan membagi 40 siswa kelas VIII-A dalam 7 kelompok heterogen dengan anggota 5-6 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar soal tes uraian lembar observasi pelaksanaan pembelajaran lembar observasi aktivitas siswa lembar angket dan daftar pertanyaan wawancara untuk guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara tes dan angket. Data kuantitatif dan kualitatif yang telah dikuantitasi dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan media puzzle magnet melalui PBI dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Trawas. Hal ini ditandai dengan (1) Rata-rata nilai tes akhir siklus meningkat 16.47 yaitu 65.64 pada siklus 1 meningkat menjadi 82.11 pada siklus 2. (2) Siawa tuntas sebesar 25.64% (10 siswa) pada siklus 1 meningkat menjadi 78.95% (30 siswa) pada siklus 2 (meningkat 53.31%). Hasil tambahan yang diperoleh dari penelitian ini adalah peningkatan keaktifan siswa saat pembelajaran. Persentase rata-rata keaktifan siswa pada siklus 1 adalah 78.47% (kategori cukup) meningkat sebesar 8.16% pada siklus 2 yaitu 86.63% dengan kategori baik. Hasil angket respon siswa menunjukkan tanggapan siswa terhadap keseluruhan pembelajaran yang telah dilaksanakan adalah 86.74% dengan kategori setuju (baik). Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penggunaan media puzzle magnet untuk materi bangun ruang prisma dan limas dengan masalah yang lebih variatif.