Skripsi
Penciptaan karya seni kriya dengan mengembangkan motif daun pisang sebagai ciri khas Kota Lumajang / Firnandy Sutikno
Abstrak
Kata kunci Penciptaan motif seni kriya daun pisang. Melihat dari ruang lingkup Lumajang yang sebagian besar penduduknya senang bercocok tanam dan hasil yang melimpah adalah buah pisang serta aicon daerahnya yaitu pisang agung. Maka terfikirlah ide untuk mengembangkan berbagai produk motivasi baru yang juga mencerminkan kekhasan dari Lumajang dengan menciptakan sebuah motif dari daun pisang. Memang banyak seniman Lumajang yang mungkin kreatif dalam berkarya seni maupun menciptakan karya seni. Tetapi belum banyak dan mungkin belum ada yang berfikiran untuk membuat sebuah motif dari daun pisang kemudian diterapkan pada benda kerajinan khususnya pada media kayu yang dihasilkan dari kota Lumajang sendiri. Fokus permasalahan adalah bagaimana icon Lumajang yaitu pisang agung yang menjadi kebanggaan kota Lumajang dapat diterapkan sebagai salah satu motif-motif yang kaya kerajinan yang mencerminkan kota Lumajang khususnya untuk ukir. Dalam metodologi penciptaan ini merupakan isi dari penentuan suatu objek dan tema karya serta kebutuhan alat dan bahan yang terjadi sebuah proses penciptaan karya mulai dari observasi sampai terbentuknya karya ukir yang mencerminkan kekhasan daerah. Produk karya yang diciptakan merupakan hasil karya seni terapan yang tidak hanya keindahannya saja yang ditonjolkan tetapi juga fungsinya juga diperhitungkan. Untuk hasil karya merupakan produk interior rumahan yaitu cermin hias gantungan baju tempat lilin hiasan dinding nampan jam dinding yang diberi motif ukir daun pisang agung. Dalam pembuatan karya seni ukir ini teknik menggunakan alat dan bahan harus benar-benar dikuasai dengan baik karena menentukan hasil akhir. Pemilihan dari motif yang sudah distilasi adalah hasil usaha yang akan memajukan suatu daerah karena memiliki ciri khas tersendiri dan menambah keanekaragaman ragam hias indonesia.