Skripsi
Optimasi produksi bioetanol dari buah tomat (Solanum lycopersicum L. var commune) / Thutug Rahardiant Primadi
Abstrak
Kata Kunci optimasi bioetanol tomat (Solanum lycopersicum L.) Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan melalui proses fermentasi biomassa yang mengandung glukosa. Selama fermentasi glukosa diubah menjadi etanol oleh mikroba tertentu seperti Saccharomyces cerevisiae. Kandungan terbesar dalam buah tomat setelah air adalah glukosa yaitu sebesar 3 5% sehingga buah tomat dapat digunakan sebagai bahan baku bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah Saccharomyces cerevisiae dan waktu optimum fermentasi serta rendemen bioetanol yang dihasilkan dari buah tomat kualitas super dibandingkan dengan buah tomat apkir dan karakteristik bioetanol tersebut. Penelitian ini bersifat laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Penelitian Kimia FMIPA UM. Buah tomat yang digunakan buah tomat varietas commune yang diperoleh dari Mantung Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Tahapan dari penelitian ini meliputi (1) pembuatan kurva pertumbuhan Saccharomcyes cerevisiae (2) preparasi buah tomat menjadi sari buah tomat (3) penentuan jumlah Saccharomyces cerevisiae dan waktu fermentasi optimum (4) produksi bioetanol dari buah tomat kualitas super dan buah tomat apkir dan (5) identifikasi bioetanol yang dihasilkan. Pemurnian bioetanol pada penelitian ini menggunakan destilasi fraksional. Destilat yang diperoleh kemudian diukur kadar alkoholnya dengan alkoholmeter. Rendemen bioetanol merupakan jumlah etanol yang diperoleh perkilogram buah tomat. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi 300 mL sari buah tomat menjadi bioetanol membutuhkan biakan Saccharomyces cerevisiae (pada akhir fase log) sebanyak 20% (v/v) atau 21 6 x 108 sel dan waktu fermentasi selama 12 jam dengan menghasilkan rendemen bioetanol sebesar 6 076 mL/kg. Rendemen bioetanol yang dihasilkan dari buah tomat kualitas super dan apkir berturut-turut sebesar 6 076 mL/kg dan 2 292 mL/kg. Bioetanol yang dihasilkan dari buah tomat mengandung alkohol primer karena positif terhadap uji CAN negatif terhadap uji FeCl3 dan negatif terhadap uji Lucas memiliki kadar etanol antara 13-18% dengan nilai densitas sebesar 0 9831 g/cm3 dan nilai indeks bias sebesar 1 333. 8195