UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penanganan anak hiperaktif pada proses pembelajaran (studi kasus di SDN Arjosari 3 Kota Malang) / Teddy Eka Candra

Candra, Teddy Eka - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci Penanganan anak hiperaktif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku anak yang bervitalitas tinggi atau disebut sebagai anak hiperaktif. Anak hiperaktif di SDN Arjosari 3 Kota Malang juga memiliki vitalitas tinggi dan perilaku yang beraneka ragam. Perilaku-perilaku anak hiperaktif tersebut tentunya akan berpengaruh pada keberlangsungan kegiatan pembelajaran sehari-hari. Dengan latar belakang tersebut tujuan penelitian ini dapat dirumuskan (1) Untuk mendeskripsikan bagaimana perilaku anak hiperaktif pada proses pembelajaran (2) Untuk mendeskripsikan bagaimanakah dampak yang terjadi akibat perilaku anak hiperaktif pada proses pembelajaran (3) Untuk mendeskripsikan bagaimana cara penanganan yang dilakukan guru kelas dalam mengatasi dampak yang terjadi akibat perilaku anak hiperaktif pada proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif karena bertujuan menggali dan mempelajari fenomena khusus yang unik (anak hiperaktif). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi) wawancara (interview) dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SDN Arjosari 3 Kecamatan Blimbing Kota Malang dengan sumber data yaitu guru kelas 1 guru ABK siswa hiperaktif (Ilham) dan beberapa dokumen yang dijadikan sumber sekunder oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku anak hiperaktif yaitu sering meninggalkan kelas (keluar masuk kelas) ketika pembelajaran berlangsung perhatian mudah teralihkan dan sulit konsentrasi bersikap apatis (acuh tak acuh) tidak bisa diam dalam waktu lama dan suka memainkan benda-benda yang ada di sekelilingnya mengganggu teman yang fokus belajar dan memukul teman serta bermain di kelas lain. Dampak yang terjadi yaitu teman lain satu kelas terganggu dan tidak dapat berkonsentrasi pada pembelajaran anak hiperaktif tidak dapat menyerap pembelajaran dengan optimal nilai dan prestasi belajar anak hiperaktif terganggu. Penanganan yang dilakukan guru dengan cara membiarkan saja/mengacuhkan perilaku anak hiperaktif pemberian reward (hadiah/imbalan) berbagai terapi seperti terapi perilaku terapi membaca terapi makanan dan terapi sosial/bermain. Bagi guru yang memiliki anak didik hiperaktif disarankan dapat menerapkan cara penanganan dengan membiarkan saja/mengacuhkan perilaku hiperaktif. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak kepada siswa hiperaktif agar menyalurkan kelebihan energinya sampai anak merasa bosan dan lelah kemudian baru diarahkan secara perlahan sehingga kegiatan pembelajaran di kelas tetap bisa berjalan dengan efektif.


Informasi Detail
DDC
Rs 371.9407 CAN p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2013.
Deskripsi Fisik
viii, 95 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01875/KI/13
Edisi
Skripsi (Sarajana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. ANAK HIPERAKTIF - PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. Sa'dun Akbar ; 2. M. Imron Rosyadi H. SY.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik