Skripsi
Penerapan kegiatan cooking area untuk meningkatkan kreativitas anak kelompok A TK Muslimat NU 05 Pakisaji Kabupaten Malang / Ela Trisnawati Ladamay
Abstrak
Kata Kunci Kegiatan Cooking area dan Kreativitas. Kegiatan belajar mengajar pada kelompok A TK Muslimat NU 05 Pakisaji ditemukan beberapa gejala bahwa guru sering memberikan LKA (Lembar Kerja Anak) guru sering menyuruh anak untuk mewarnai gambar saja sehingga kegiatan pembelajaran kurang melibatkan anak untuk bereksplorasi berargumentasi dan kreatif dalam menuangkan ide. Peneliti belum pernah melihat pembelajaran menggunakan media nyata atau kongkret. Anak-anak cenderung banyak duduk mendengarkan guru dan mengerjakan LKA. Pada saat observasi peneliti menemukan 22 anak dari 33 yang mewarnai gambar dengan menggunakan 1 warna saja. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana penerapan cooking area untuk meningkatkan kreativitas pada anak kelompok A di TK Muslimat NU 05 Pakisaji (2) apakah penerapan cooking area dapat meningkatkan kreativitas pada anak kelompok A di TK Muslimat NU 05 Kecamatan Pakisaji Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A TK Muslimat NU 05 Pakisaji yang berjumlah 33 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara catatan lapangan dan dokumentasi. Proses analisis data dalam penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data secara kualitatif yaitu analisis data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peningkatan kemampuan kreativitas pada anak kelompok A TK Muslimat NU 05 Pakisaji menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Skor rata-rata siklus I keberhasilan anak diperoleh 59.2% rata-rata keberhasilan kelas pada siklus I sebesar 21.2% dengan kategori tidak berhasil. Kemampuan kreativitas pada siklus II mencapai skor 86.55% rata-rata keberhasilan kelas pada siklus II sebesar 96.96% dengan kategori berhasil. Kegiatan cooking area menunjukkan peningkatan yaitu 29.94% dari semula pada siklus I 56.62% dan naik pada siklus II menjadi 86.56%. Keberhasilan kelas juga mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata keberhasilan sebesar 21.2% dan pada siklus ke II sebesar 96.96%. Kesimpulan penelitian yang dilakukan yaitu secara keseluruhan penerapan kegiatan cooking area telah berhasil dilaksanakan dan dapat meningkatkan kreativitas anak. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk guru dapat menerapkan kegiatan cooking area sesuai dengan langkah-langkahnya dan untuk peneliti lain disarankan dapat menerapkan kegiatan cooking area untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak sehingga penelitian tentang kegiatan cooking area dapat disempurnakan.