Skripsi
Pengembangan media pembelajaran materi teknik dasar bola basket dengan menggunakan multimedia interaktif untuk siswa sekolah menengah pertama / Khoirul Anam
Abstrak
Kata Kunci Pengembangan materi teknik dasar bolabasket multimedia interaktif. Bolabasket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukan bola ke dalam keranjang lawan. Berdasarkan penelitian berupa analisis kebutuhan yang dilakukan melalui angket di SMP Negeri 17 Malang dan SMP Taman Siswa yang dilakukan oleh 20 siswa SMP Negeri 17 Malang dan 20 SMP Taman Siswa di peroleh informasi bahwa 92 5% siswa suka mata pelajaran pendidikan jasmani 75% siswa belum pernah membaca atau mempelajari tentang teknik dasar permainan bolabasket 92 5% siswa belum pernah mendapatkan pembelajaran penjas dengan mengguanakan media interaktif 97 5% siswa belum mengetahui tentang media pembelajaran yang yang berbentuk media interaktif dan 87 5% siswa membutuhkan pembelajaran yang berbentuk Multimedia Interaktif. Dan juga Sekolah setuju jika dikembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dalam pembelajaran materi teknik dasar bolabasket untuk siswa SMP. Tujuan penelitian adalah mengembangkan media pembelajaran materi bolabasket melalui multimedia interaktif untuk siswa SMP Negeri 17 dan siswa SMP Taman Siswa agar mempermudah siswa dalam proses belajar. Tahap prosedur pengembangan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dengan mengambil 8 langkah dari 10 langkah yang ada yaitu penelitian dan pengumpulan data perencanaan pembuatan rancangan produk evaluasi ahli pembuatan produk awal uji kelompok kecil dan revisi produk uji kelompok besar dan revisi produk produk akhir hasil produk.. Hasil evaluasi dan persentase dari 1 ahli pembelajaran bolabasket menyatakan 92 55% produk pengembangan sangat baik sehingga dapat digunakan. Kemudian dari 1 ahli media menyatakan 85 59% produk pengembangan sangat baik sehingga dapat digunakan dari hasil uji coba kelompok kecil terdapat persentase sebesar 84 84% produk dinyatakan sangat baik sehingga dapat digunakan sedangkan persentase dari uji coba kelompok besar terdapat penilaian sebesar 83 22% sehingga produk dinyatakan sangat baik dan dapat digunakan. Sebelum produk pengembangan ini disebar ke lingkup yang lebih luas sebaiknya produk ini disusun dan di evaluasi kembali sesuai dengan sasaran yang ingin dituju dan disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku.