Skripsi
Model penyelesaian tawuran pelajar sebagai upaya mencegah terjadinya degradasi moral pelajar (studi kasus di Kota Blitar Jawa TImur) / Septian Bayu Rismanto
Abstrak
Kata Kunci model penyelesaian tawuran pelajar degradasi moral. Tawuran pelajar merupakan salah satu masalah yang senantiasamuncul di tengah-tengah komunitas masyarakat dan sering menghiasi lembaran koran ataupun televisi. Masalah tersebut merupakan suatu hal yang sangat penting dan selalu menarik serta aktual diperbincangkan karena masalah tawuran pelajar adalah problem yang menimpa gerenasi muda khususnya di bidang pendidikan sedangkan generasi muda merupakan tumpuhan atau masa depan bangsa dan negara. Di tangan generasi mudalah terletak masa depan negara kita ini. Model penyelesaian tawuran yang efektif dan ampuh untuk menyelesiakan masalah tawuran akan mengatasi berbagai pengaruh negatif seperti degradasi moral (kemerosotan moral) yang timbul dari kalangan remaja yang ikut dalam aksi tawuran dan tentunya akan mengubah sudut pandang masyarakat ke arah positif. Positif bagi sekolah daerah maupun bangsa dan negara. Berangkat dari latar belakang diatas penulis mengadakan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi tawuran realitastawuran dampak yang ditimbulkan dari terjadinya tawuran persepsi sosial masyarakat terhadap tawuran dan model penyelesaian tawuran sebagai upaya mencegah degradasi moral tentang terjadinya tawuran antara SMK 1 Islam Blitar dengan SMK Katolik Santo Yusuf Blitar di Kota Blitar Jawa Timur Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan meringkaskan berbagai kondisi situasi atau berbagi fenomena realitas sosial yang berada di masyarakat yang menjadi objek penelitian dan berupaya menarik realitas itu kepermukaan sebagai suatu ciri karakter sifat model tanda atau gambaran tentang kondisi situasi ataupun fenomena tertentu Akhir dari penelitian ini penulis memperoleh suatu kesimpulam bahwa faktor yang melatarbelakangi aksi tawuran antara SMK 1 Islam Blitar dan SMK Katolik Santo Yusuf Blitar yaitu faktor pihak ketiga faktor adu gengsi faktor dendam lama faktor perempuan faktor ketersinggungan faktor saling ejek. Realitas tawuran terjadi pada tahun1989 sampai 2012.Dampak yang ditimbulkan akibat tawuran tersebut yaitu kerugianfisik kerugian material masyarakatsekitartempatterjadinyatawuran menggangukenyamananpengendarajalan terganggunya proses belajarmengajar menurunnyamoralitasparapelajarkeduasekolah hilangnyaperasaanpeka toleransi tenggang rasa dansalingmenghargaiantarsesamapelajarpersepsi masyarakat tentang terjadinya tawuran adalah tawuran sangat berdampak buruk terhadap citra daerahpersepsi masyarakat tentang terjadinya tawuran adalah tawuran sangat berdampak buruk terhadap citra daerah. Dengan adanya penyelesaian tawuran pelajar maka masyarakatmenggagap hal tersebut sebagaititik balik yang positif. Model penyelesain tawuran menggunakan model wejangan dengan suasana kekeluargaan terbukti efektif menyelesaikan konflik kedua belah pihak. Dari hasil penelitian ini disarankan bagi kepala sekolah guru dan para orang tua untuk selalu memberikan pendidikan moral yang baik dan hendaknya bisa menciptakan suasana yang harmonis atau agamis sehingga siswa mempunyai suatu kesibukan yang terarah dan dapat menguntungkan siswa pihak sekolah keluarga alumni masyarakat Kota Blitar serta bagi bangsa dan negara yang akan datang