Skripsi
Pengembangan aplikasi game interaktif sebagai media pembelajaran bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama kelas VII / Teguh Satriya Wibawa
Abstrak
Kata Kunci game interaktif media pembelajaran bahasa Inggris Bahasa Inggris adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada Sekolah Menengah Pertama. Tetapi kenyataanya banyak siswa yang merasa enggan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris. Melihat kenyataan tersebut peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis game interaktif. Pemilihan game sebagai media pembelajaran bahasa Inggris dinilai tepat karena game mampu memberikan penggunanya skenario yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman di kehidupan nyata. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat lunak (software) dalam bentuk media pembelajaran berbasis game interaktif yang telah diuji tingkat kelayakannya dan dapat dimanfaatkan untuk belajar siswa. Media pembelajaran berbasis game interaktif ini dikembangkan menggunakan Model Pengembangan menurut Sugiyono. Uji coba dilakukan dengan menggunakan evaluasi formatif berdasarkan Sadiman dkk dimana terdapat 3 tahap yaitu uji perorangan (validasi materi validasi media 5 orang siswa) uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa game interaktif. Pengguna tidak hanya membaca teks mendengar suara dan melihat animasi tetapi juga dapat berinteraksi dengan media. Dengan penggunaan game interaktif sebagai media belajar diharapkan dapat memvisualisasikan materi-materi pada kompetensi dasar memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat. Media pembelajaran interaktif ini didesain berupa file executable (.exe). Jadi sistem operasi berbasis Windows dapat menjalankan media pembelajaran interaktif secara langsung. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan didapat persentase hasil validasi oleh ahli media sebesar 97% hasil validasi oleh ahli materi sebesar 93% hasil uji coba perorangan ke siswa sebesar 89 1% hasil uji coba kelompok kecil sebesar 88 3% dan hasil uji coba lapangan sebesar 90 9%. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa bahan ajar interaktif secara keseluruhan dinyatakan layak/valid dengan pencapaian rata-rata sebesar 91 6%. Bahan ajar berbasis game interaktif dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran dan media belajar mandiri siswa.