Skripsi
Analisis proses dan hasil menggambar bentuk siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Lamongan / Yollanda Karin Garcinia
Abstrak
Kata Kunci Kelemahan Proses dan Hasil Menggambar Bentuk Siswa. Proses dan hasil menggambar bentuk yang mempertimbangankan prinsip-prinsip seni akan menghasilkan suatu gambar yang sesuai dengan yang dilihat atau diamati. Hal tersebut menggambarkan bahwa menggambar bentuk bukanlah menggambar biasa atau hanya sekedar latihan keterampilan menggambar tanpa di landasi oleh teori. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang berjudul Hubungan Antara Minat Aktivitas Belajar Seni Budaya dengan Hasil Gambar Bentuk Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Pakel Kab. Tulungagung diperoleh gambaran bahwa terdapat minat siswa yang kurang dalam pembelajaran menggambar bentuk. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan proses dan kelemahan hasil menggambar bentuk siswa kelas VIII. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kelemahan dari siswa dan peluang memperbaiki pembelajaran gambar bentuk baik oleh guru di sekolah maupun siswa itu sendiri. Penelitian ini menggunak an pendekatan deskriptif kualitatif dimana data-data yang diperoleh melalui observasi dokumentasi dan wawancara akan dianalisis bersama. Objek utama penelitian adalah siswa-siswi SMP Negeri 2 Lamongan. Analisis data yang dilakukan melalui reduksi data sajian data penarikan simpulan dan verifikasi. Untuk pengecekan keabsahan temuan melalui trianggulasi data. Tahap penelitian yang dilakukan adalah persiapan tahap penelitian dan penyusunan laporan. Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut kelemahan proses pada saat pembelajaran gambar bentuk siswa kelas VIII adalah saat memilih sudut pandang kebanyakan siswa selalu berjalan ke depan kelas tanpa membawa kertas gambarnya ditunjukan dengan semua gambar siswa sama padahal posisi duduk mereka berbeda. Pada saat membagi bidang gambar kelemahan siswa terlihat pada memulai membagai langsung dari tengah. Pada saat membagan kelemahannya terdapat pada pemakaian pensil yang langsung dengan pensil tebal. Kelemahan pada hasil gambar bentuk siswa kelas VIII ditunjukkan dari beberapa aspek yaitu ketepatan bentuk pada hasil gambar siswa kebanyakan masih kurang mirip dengan objek gambar proporsinya masih tidak sesuai perbandingan ukuran yang benar komposisi yang tidak disusun sendiri melainkan disusun oleh gurunya sendiri dan yang terakhir dalam teknik arsir yang digunakan oleh siswa kebanyakan teknik arsir serta teknik arsir dusel kelemahannya terdapat pada garis-garis arsir yang masih tampak meskipun sudah didusel. Dari kesimpulan kelemahan-kelemahan dalam proses dan hasil menggambar bentuk yang ditulis peneliti maka terdapat beberapa saran untuk siswa maupun guru seni budaya untuk memperbaiki pembelajaran gambar bentuk baik oleh guru di sekolah maupun siswa itu sendiri.