Skripsi
Penggunaan cerita bergambar untuk meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Arab kelas VII MTs Al Hayatul Islamiyah Kedungkandang Malang / Imroatul Masruroh
Abstrak
Kata Kunci Cerita bergambar kemampuan berbicara MTs Al Hayatul Islamiyah Kedungkandang Malang Ketrampilan berbahasa meliputi mendengarkan berbicara membaca dan menulis. Salah satu ketrampilan yang harus dikuasai adalah ketrampilan berbicara yang merupakan ketrampilan yang sangat penting untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang mana Cerita bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab diyakini dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Arab. Masalah penelitian ini adalah bagaimana penggunaan cerita bergambar untuk meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas VII MTs Al Hayatul Islamiyah Kedungkandang Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses pembelajaran berbicara bahasa Arab dengan menggunakan cerita bergambar dan (2) Hasil pembelajaran berbicara bahasa arab dengan menggunakan cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Data pada penelitian ini terdiri atas dua macam yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu guru dan siswa kelas VIIAl Hayatul Islamiyah Kedugkandang Malang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan pemberian tes penyebaran kuesioner wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Peneliti merupakan instrumen utama yang terlibat langsung mulai pengumpulan data analisis sampai penyusunan. Prosedur penelitian terdiri dari 4 meliputi a) perencanaan b) pelaksanaan c) pengamatan dan d) refleksi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan sebagai berikut 1) proses pembelajaran siklus 1 menunjukkan bahwa a) guru masih belum bisa menguasai kelas secara maksimal b) masih banyak ditemukan kesalahan ungkapan pada siswa.Pada siklus 2 menunjukkan bahwaa) kesalahan ungkapan yang dilakukan siswa juga sudah mulai berkurang b) peneliti selaku guru juga sudah mampu mengkondisikan kelas dapat dibuktikan ketika diskusi berlangsung peneliti dapat menjalankan peranannya sebagai mediator yang cukup maksimal c) siswa tidak lagi sibuk dengan dirinya sendiri dan sudah mulai memperhatikan apa yang disampaikan oleh peneliti d) beberapa siswa aktif bertanya ketika diskusi berlangsung.Pada siklus 3 menunjukkan bahwa a)berkurangnya kesalahan ungkapan yang dilakukan siswa sudah cukup sempurna b) siswa semakin aktif bertanya ketika diskusi berlangsung c) siswa sudah penuh percaya diri saat menceritakan didepan kelas. Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan cerita bergambar dapat meningkatkan pada ketrampilan berbicara bahasa Arab baikdarisegiproses maupun hasil 2) hasil belajar kemampuan berbicara bahasa siswakelasVII MTs Al Hayatul Islamiyah Kedungkandang Malangdenganmenggunakan cerita bergambar mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Nilai rata-rata siswa pada siklus 1 sebesar 52 35 meningkat pada siklus 2 menjadi 64 18 kemudian pada siklus 3 meningkat menjadi 78 62. Pada siklus 1 presentase siswa yang mendapatkan nilai di atas SKM sebesar 10 81%. Presentase tersebut meningkat menjadi 40 54% pada siklus 2 dan 91 89% siswa pada siklus 3 dan hanya 8 1% siswa yang mendapatkan nilai di bawah SKM. Saran yang dapat diberikan kepada guru yaitu agar dalam proses pembelajaran dapat memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal yang dapat digunakan untuk meningkatkakan ktrampilan berbicara bahasa Arab siswa yang salah satunya adalah dengan memanfaatkan media cerita bergambar.Sementara untuk peneliti yang mengadakan penelitian sejenisdisarankan unutukmengembangkan penelitian tentangcerita bergambar yang tidak hanya terfokus pada pembelajaran ketrampilan berbicara bahasa Arab saja tetapi juga pada kemampuan berbahasa yang lain.