Tugas Akhir
Strategi penetapan harga pada swalayan KPRI Rumah Sakit Saiful Anwar Malang / Dion Pradeta Nugroho
Abstrak
Kata kunci Strategi penetapan Harga Kondisi perekonomian yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi menyebabkan kondisi pasar untuk barang konsumsi mengalami peningkatan. Keadaan ini mendorong para pelaku usaha untuk melakukan berbagai strategi dalam menawarkan dan memasarkan produknya agar bisa diterima oleh konsumen. Dalam menghadapi persaingan ini sering kita dengar adanya strategi pemasaran yang menyangkut beberapa aspek atau yang lebih kita kenal dengan marketing mix strategi ini terdiri atas 4 strategi yaitu strategi harga strategi produk strategi distribusi dan strategi promosi. Swalayan KPRI RSAA dalam menetapkan harga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu (1) mempertahankan kelangsungan hidupnya (2) meningkatkan volume penjualan (3) memaksimalkan penjualan dan (4) mencapai laba maksimum. Untuk kelangsungan hidupnya pihak swalayan menetapkan harga yang sedikit lebih rendah dibanding para pesaingnya dalam memperoleha laba yang maksimum dilakukan dengan cara membeli barang pada grosir bertujuan untuk dapat menekan harga pembelian dan untuk memaksimalkan penjualan dilakukan dengan cara menetapkan harga yang hampir sama dengan harga para pesaing. Dalam pelaksanaan penetapan harga ini swalayan KPRI RSSA menetapkan beberapa metode antara lain yaitu metode penetapan harga Penetration Pricing metode Ood Even Pricing metode Standard Mark-Up Pricing metode Target Return on Sales Pricing dan metode Above At or Below. Semua metode yang diterapkan adalah saling melengkapi satu dengan yang lain sehingga pelaksanaan penetapan strategi penetapan harga dapat dilaksanakan dengan maksimal. Strategi penetapan harga yang dilakukan ternyata berpengaruh terhadap peningkatan omzet penjualan yang diperoleh. Adanya peningkatan omzet penjualan tersebut adalah merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh pihak swalayan. Hal ini dapat dilihat pada data yang menunjukkan adanya kenaikan omzet penjualan setelah diterapkannya strategi penetapan harga pada swalayan KPRI RSAA. Kesimpulan hasil penelitian yaitu Swalayan KPRI RSAA dalam menetapkan harga sedikit lebih rendah dibanding para pesaingnya Dalam pelaksanaan penetapan harga ini swalayan KPRI RSSA menetapkan beberapa metode antara lain yaitu (1) metode penetapan harga Peneration Pricing (2) metode Ood-Even Pricing (3) metode Standard Mark-Up Pricing 4) metode Target Retrun on Sales Pricing dan (5) metode Above At or Below. Strategi penetapan harga yang dilakukan ternyata berpengaruh terhadap peningkatan omzet penjualan yang diperoleh. Dalam menetapkan strategi penetapan harga ini mempunyai beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung strategi penetapan harga ini adalah (1) letak swalayan yang sangat strategis berada tepat di sebelah jalan raya sehingga memudahkan konsumen dalam menjangkau menuju swalayan (2) letak swalayan yang tepat berada tepat dibelakang RSSA sehingga banyak konsumen dari luar daerah yang sebagian besar merupakan keluarga pasien RSSA menjadi konsumen swalayan dalam memenuhi kebutuhannya (3) barang yang disediakan di swalayan cukup lengkap dibandingkan dengan para pesaing disekitar area atau wilayah KPRI RSSA sehingga konsumen dapat memenuhi kebutuhannya hanya dalam swalayan (4) bagi para anggota KPRI RSSA dapat melakukan pembelian secara kredit dengan menunjukkan kartu anggota sehingga sebagian besar anggota menjadi konsumen tetap dengan adanya kemudahan tersebut. Sedangkan faktor penghambat dari strategi penetapan harga yang dilakukan swalayan KPRI RSSA adalah (1) sebagian masyarakat mengganggap bahwa swalayan ini tidak untuk umum karena dengan masih disertakannya nama KPRI masyarakat menganggap bahwa swalayan ini hanya khusus digunakan anggota koperasi saja (2) penempatan produk yang tidak tepat mengakibatkan konsumen kesulitan dalam mencari barang yang dibutuhkan (3) pemberian harga yang masih menggunakan cara lama yakni masih menggunakan bolpoint sehingga akan kesulitan dalam merubah harga apabila terjadi perubahan harga di pasar (4) kurangnya faktor keamanan sehingga seringnya terjadinya kehilangan yang mengakibatkan pada kerugian. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu (1) sebaiknya dalam menetapkan harga disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai sekarang yaitu dalam upaya memperoleh laba yang maksimum dengan cara mambeli barang pada grosir untuk menekan harga pembelian dan memaksimalkan penjualan dilakukan dengan cara menetapkan harga yang hampir sama dengan pesaing. (2) Dalam menggunakan metode penetapan harga sebaiknya menggunakan metode penetapan harga yang sesuai dengan kondisi persaingan harga yang terjadi sehingga selain mempertimbangkan tingkat keuntungan diharapkan juga mempertimbangkan penerapam harga pesaing. (3) Dalam menetapkan strategi penetapan harga pada saat ini sebaiknya diutamakan dalam upaya meningkatkan omzet penjualan. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengurangi faktorfaktor penghambat dari strategi penetapan harga antara lain menghilangkan nama KPRI pada swalayan agar masyarakat menganggap bahwa swalayan dipergunakan untuk umum penataan barang sebaik mungkin agar konsumen lebih tertarik untuk datang dan melakukan pembelian pemberian label harga pada setiap item produk penggunaan kamera pengaman dalam upaya mengurangi terjadinya kehilangan.