Skripsi
Makna simbolis prosesi kesenian tiban di Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri / Titis Waskito Retno
Abstrak
Kata Kunci Kesenian Tiban makna simbolis prosesi Desa Purwokerto Kesenian Tiban merupakan salah satu jenis kesenian tradisional di Jawa Timur tepatnya di Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Dalam Kesenian Tiban terdapat suatu prosesi yang mengandung banyak makna di dalamnya. Selain itu unsur-unsur pendukung dalam Kesenian Tiban tersebut yang meliputi gerak property musik iringan tata rias dan busana juga memiliki makna-makna simbolis yang masih menjadi tanda tanya besar. Berkaitan dengan itu maka di perlukan pembahasan mengenai makna simbolis dari Kesenian Tiban tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup prosesi Kesenian Tiban unsur-unsur pendukung dalam Kesenian Tiban dan makna simbolis yang terkandung dalam Kesenian Tiban di Desa Purwokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan tentang makna simbolis Kesenian Tiban di Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan trianggulasi sumber dan metode. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap seleksi data penyajian data dan penyimpulan data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Makna simbolis dari prosesi Kesenian Tiban adalah ritual adu kekuatan keberanian dan pengendalian diri guna memperoleh berkah dalam hal ini adalah datangnya hujan. Dalam Kesenian Tiban para petiban saling mencambuk dengan menggunakan lidi aren secara bergantian sehinggga tubuh mereka mengeluarkan darah. Banyaknya darah yang keluar dari tubuh petiban ini dipercaya oleh masyarakat Desa Purwokerto sebagai simbol dari banyaknya air hujan yang akan turun di desa tersebut. Saran dari penelitian diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah ilmu pengetahuan tentang kesenian tradisional khususnya di Kabupaten Kediri. Selain itu juga diharapkan dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian budaya lokal.