Skripsi
Evaluasi subtansi dan sistematika kurikulum bahasa Arab serta perangkat pendukungnya di Madrasah Aliyah Negeri Wlingi Blitar / Danti Masruroh
Abstrak
Kata Kunci evaluasi substansi sistematika kurikulum Evaluasi kurikulum sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data secara sistematis yang bertujuan untuk membantu pendidik memahami dan menilai kurikulum serta memperbaiki metode pendidikan. Penelitian ini mendeskripsikan substansi dan sistematika penyusunan isi dari Silabus RPP Prota dan Promes bahasa Arab yang digunakan di MAN Wlingi Blitar serta kelayakan kurikulum yang digunakan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berbentuk paparan data yang mendeskripsikan isi dari kurikulum yang digunakan dan perangkat pendukung di dalamnya yang meliputi Silabus RPP Prota dan Promes. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara pengamatan dan analisis data. Pada penelitian ini terdapat lima langkah dalam menganalisis data yaitu pertama pengumpulan data. Dalam kegiatan ini peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya dari hasil wawancara dengan pengajar. Kedua Reduksi data merupakan kegiatan memilih data yang tepat. Langkah ketiga adalah penyajian data keempat penjelasan data dan langkah kelima adalah kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan MAN Wlingi Blitar adalah kurikulum dari Kanwil yang berbentuk silabus kemudian dikembangkan oleh masing-masing guru mata pelajaran. Selanjutnya penyusunan silabus bahasa Arab dilakukan oleh masing-masing guru mata pelajaran bahasa Arab. Silabus bahasa Arab yang digunakan di MAN Wlingi Blitar substansi atau isi silabus tersebut beberapa komponen di dalamnya tidak sesuai dengan empat kemahiran dalam bahasa. Kurikulum yang digunakan saat ini. Ketidaksesuaian tersebut terdapat pada komponen materi pembelajaran kegiatan pembelajaran indikator dan penilaian. Seperti halnya silabus RPP bahasa Arab yang digunakan MAN Wlingi Blitar juga terdapat beberapa komponen di dalamnya yang kurang sesuai empat kemahiran bahasa. Selain itu isi dari beberapa komponen di dalamnya tidak sesuai dengan jenis kemahiran yang dicantumkan dalam RPP. Berdasarkan hasil wawancara MAN Wlingi telah memiliki Prota dan Promes bahasa Arab. Akan tetapi peneliti tidak menemukan adanya Promes bahasa Arab. Dengan kata lain MAN Wlingi Blitar tidak memiliki Promes bahasa Arab. Penentuan tingkat kelayakan suatu kurikulum didasarkan atas dua faktor yakni faktor manusiawi dan faktor material. Berdasarkan faktor manusiawi dan faktor material kurikulum di MAN Wlingi Blitar masih layak digunakan walaupun salah satu faktor material yaitu media instruksional belum terpenuhi secara maksimal. Pada penelitian ini saran ditujukan untuk pihak-pihak yang terkait yaitu Waka Kurikulum MAN Wlingi guru mata pelajaran bahasa Arab MAN Wlingi dan peneliti mendatang. Bagi Waka Kurikulum hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbarui kekurangan yang ada pada perangkat pendukung kurikulum MAN Wlingi. Selanjutnya bagi guru mata pelajaran informasi yang didapatkan dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperbaiki isi dari silabus RPP Prota serta Promes bahasa Arab berkaitan dengan ketidaksesuaian beberapa komponen di dalamnya dengan SKKD yang ada. Saran yang terakhir ditujukan kepada peneliti mendatang hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai data mendasar apabila akan mengembangkan penelitian ini pada skala yang lebih besar lagi.