Skripsi
Pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa Kota Malang / Eka Setyowati
Abstrak
Kata Kunci Penilaian Proses Belajar Penilaian Hasil Belajar Mata Pelajaran PKn Penilaian adalah komponen yang penting dalam sistem pendidikan. Dengan hasil penilaian maka dapat dijadikan tolok ukur kegagalan atau keberhasilan suatu sistem pendidikan. Penilaian di sekolah tentu akan terkait dengan penilaian terhadap siswa. Penilaian terhadap siswa harus mencakup seluruh aspek baik dari segi proses dan hasil belajar. Namun penilaian guru sering menekankan kepada penilaian hasil belajar saja dan kurang menaruh perhatian terhadap penilaian terhadap proses pembelajaran. Padahal penilaian terhadap proses belajar siswa merupakan hal yang penting mengingat kemampuan hasil belajar siswa diperoleh dari kemampuan siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang menyangkut (1) perencanaan penilaian proses dan hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (2) pelaksanaan penilaian proses belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (3) instrumen penilaian proses belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (4) pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (5) instrumen penilaian hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (6) hambatan dalam penilaian siswa kelas VII pada matapelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang (7) upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam penilaian siswa kelas VII pada mata pelajaran PKn di SMP Tamansiswa kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Kehadiran peneliti sebagai instrumen utama penelitian dan lokasi penelitian bertempat di SMP Tamansiswa Kota Malang. Sumber data penelitian ini adalah informan yaitu guru dan siswa tempat dan peristiwa penilaian serta arsip dan dokumen yang berkaitan dengan penilaian. Prosedur pengumpulan data melalui observasi wawancara dan analisis dokumen. Analisis data melalui tahap reduksi data display data dan verifikasi data. Serta pengecekan keabsahan temuan dengan teknik ketekunan pengamatan dan trianggulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) perencanaan penilaian proses dan hasil belajar siswa terdapat dalam RPP. Dalam RPP penilaian dilaksanakan sebelum selama dan sesudah proses pembelajaran (2) pelaksanaan penilaian proses bersumber dari kegiatan siswa selama proses pembelajaran serta pemberian tugas-tugas mandiri ataupun tugas secara kelompok. Tujuan penilaian adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa. Pelaksanaan penilaian proses tidak setiap pertemuan (3) penilaian proses materi HAM diperoleh dari penilaian terhadap produk berupa peta konsep dengan instrumen penilaian menggunakan lembar pengamatan dengan aspek penilaian yaitu kesesuaian tugas dengan materi kreativitas kerapian tugas dan presentasi. Selain itu penilaian proses juga nampak pada penilaian unjuk kerja dengan melakukan diskusi kasus-kasus pelanggaran HAM. Penilaian dilakukan dengan lembar pengamatan dengan aspek penilaian yaitu keaktifan kemampuan memberikan argumen sikap dan kerjasama serta presentasi. Pelaksanaan penilaian proses juga nampak pada penilaian terhadap tugas siswa. Untuk penilaian tugas tersebut tidak dibuat instrumen secara khusus. Perolehan nilai berasal dari pengamatan tidak terstruktur terhadap tampilan tugasnya (4) pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa dilakukan saat ulangan harian ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Tingkatan penilaian untuk ranah kognitif yakni dengan diberikan soal-soal sampai tingkat aplikasi sedangkan penilaian afektif dilakukan secara pengamatan (5) instrumen penilaian hasil belajar pada saat ulangan harian bervariasi sedangkan instrumen penilaian hasil belajar ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester digunakan pilihan ganda. Instrumen penilaian afektif dilakukan secara pengamatan tidak terstruktur terhadap siswa saat pembelajaran dan belum pernah dilaksanakan secara tertulis (6) hambatan dalam penilaian siswa kelas VII di SMP Tamansiswa terdiri dari hambatan yang muncul pada perencanaan penilaian hambatan penilaian sebelum pembelajaran hambatan penilaian selama proses pembelajaran serta hambatan penilaian pada akhir pembelajaran (7) Upaya guru dalam mengatasi hambatan penilaian terbagi atas upaya mengatasi hambatan pada perencanaan penilaian upaya dalam mengatasi hambatan penilaian sebelum pembelajaran terkait upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan penilaian selama proses pembelajaran dan untuk mengatasi hambatan yang muncul saat pelaksanaan penilaian akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut agar pelaksanaan penilaian proses dan hasil siswa kelas VII di SMP Tamansiswa berjalan baik dapat disarankan (1) bagi guru hendaknya merencanakan penilaian dengan lengkap menerapkan beberapa teknik penilaian serta membuat pedoman pencatatan dan melaksanakan penilaian secara teratur dan sistematis (2) Siswa seyogyanya lebih aktif dan ikut terlibat dalam memberikan masukan untuk kegiatan penilaian (3) bagi sekolah seyogyanya melakukan pengkajian secara teratur terhadap nilai hasil belajar siswa.