Skripsi
Peranan kaderisasi calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam upaya mengembangkan kemampuan berorganisasi siswa di SMP Negeri 1 Malang / Syamsul Huda
Abstrak
Kata Kunci kaderisasi OSIS kemampuan berorganisasi. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Karena kedudukannya itulah wajar jika OSIS merupakan salah satu intrakurikuler yang paling diminati oleh siswa SMP Negeri 1 Malang. Peminat tersebut berasal dari siswa kelas VII dan Kelas VIII sedangkan kelas IX sudah tidak diperbolehkan menjadi Pengurus OSIS. Masing-masing siswa mempunyai bekal dan motivasi yang berbeda untuk menjadi Pengurus OSIS. Sikap siswa kelas VII cenderung kurang mandiri jika dibandingkan dengan kelas VIII karena kelas VII merupakan masa transisi dari masa Sekolah Dasar (SD). Sementara itu siswa kelas VIII juga belum tentu mempunyai sikap yang mandiri dan bertanggung jawab apalagi jika siswa tersebut tidak pernah mengikuti organisasi. Karena permasalahan tersebut maka peranan kaderisasi sangat diperlukan untuk memberi bekal kepada seluruh calon Pengurus OSIS. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tiga tujuan penelitian yaitu (1) mengenai bentuk kaderisasi calon pengurus OSIS (2) proses kaderisasi calon pengurus OSIS dan (3) peranan kaderisasi calon pengurus OSIS dalam upaya mengembangkan kemampuan berorganisasi siswa di SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dalam skala kecil terhadap kelompok yang memiliki kekhususan keunggulan inovasi atau bisa juga bermasalah. Oleh sebab itu penelitian ini ditujukan pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMP Negeri 1 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi sumber yaitu pengecekan data dari berbagai sumber yang diperoleh. Kegiatan analisis data dimulai dari tahappengumpulan data tahap reduksi data tahap display data dan tahap verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tiga simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama bentuk kaderisasi yang digunakan dalam kaderisasi calon pengurus OSIS di SMP Negeri 1 Malang adalah kaderisasi pasif karena kaderisasi hanya dilakukan satu kali selama satu periode yaitu pada saat pergantian masa jabatan Pengurus OSIS. Kedua proses kaderisasi calon pengurus OSIS di SMP Negeri 1 Malang melalui beberapa tahapan yaitu (1) Tahap perekrutan calon Pengurus OSIS yang dilakukan melalui dua cara yaitu jalur independen dan jalur prosedural. (2) Tahap seleksi administrasi dan tes wawancara yang dilakukan oleh Pengurus OSIS dan dibantu Pembina OSIS. Sedangkan tes wawancara yang dilakukan dalam dua sesi selama dua hari. (3) Tahap pelaksanaan latihan dasar kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan selama dua hari satu malam yang bertempat di Kampung Kidz Batu dan di SMP Negeri 1 Malang. (4) Tahap pemilihan umum OSIS yang dilaksanakan setelah kampanye para kandidat ketua OSIS selesai. Ketiga peranan kaderisasi calon pengurus OSIS dapat diketahui dari dari proses kaderisasi OSIS yang dilakukan di SMP Negeri 1 Malang. Di mana pada saat kaderisasi berlangsung siswa diberikan berbagai bentuk pelatihan dan materi yang dapat mengembangkan kemampuan siswa khususnya sebagai bekal menjalankan suatu organisasi. Peranan kaderisasi OSIS di SMP Negeri 1 Malang secara singkat dapat disebutkan sebagai berikut (a) meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan YME (b) meningkatkan budi pekerti luhur (c) menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa (d) menumbuhkan kemandirian siswa (e) meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani dan (f) mengembangkan daya kreasi seni. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kaderisasi dilakukan secara berkesinambungan yaitu Pengurus OSIS harus selalu diberikan pelatihan ataupun pengarahan secara rutin agar kelak mampu menjalankan tugas organisasi dengan baik. Serta pada saat kaderisasi seyogyanya semua aspek ditanamkan sepenuhnya kepada calon Pengurus OSIS termasuk aspek cinta tanah air. Dengan begitu siswa dapat meningkatkan rasa kecintaannya terhadap bangsa dan negara.