Skripsi
Penerapan Problem Based Learning dipadu Think Pair Share melalui implementasi lesson study untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa kelas XI SMAN 5 Malang / Atika Dian Firdaus
Abstrak
Firdaus Atika Dian. 2013. Penerapan Problem Based Learning dipadu Think Pair Share melalui Implementasi Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMAN 5 Malang. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati M.Pd. (2) Siti Imroatul Maslikah S.Si M.Si. Kata Kunci Problem Based Learning Think Pair Share Lesson Study Kemampuan Berpikir Kritis Hasil Belajar. Pembelajaran Biologi yang terjadi di sekolah selama ini merupakan pembe -la jaran yang belum berorientasi pada konstruktivistik sehingga pembelajaran lebih berpusat pada guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada kelas X1-IPA 3 SMA Negeri 5 Malang ditemukan bahwa permasalahan yang dialami oleh siswa ini disebabkan oleh kurangnya penalaran siswa karena pem-belajaran masih terpusat pada guru yang lebih banyak menerangkan sehingga siswa kurang mengembangkan tingkat berpikir kognitifnya untuk level yang lebih tinggi sehingga kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kelas X1-IPA 3 SMA Negeri 5 Malang perlu ditingkatkan. Salah satu alternatif pemecahan dari permasa-la han di atas yaitu penerapan perpaduan antara Problem Based Learning (PBL) dengan Think Pair Share (TPS). Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas-Lesson Study dengan tahapan perencanaan tindakan pengamatan dan refleksi dan tahap Lesson Study yaitu plan do dan see. Penelitian dilakukan selama dua siklus dengan materi sistem ekskresi dan sistem saraf. Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan lembar observasi pertanyaan dan jawaban yang dikelompokkan dalam tingkatan taksonomi Bloom. Hasil belajar kognitif siswa diukur melalui tes tertulis setiap akhir siklus sedangkan hasil belajar psikomotor diukur dengan lembar observasi psikomotor. Analisis dalam penelitian ini bersifat kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data secara lengkap. Data disajikan dalam bentuk uraian singkat tabel dan grafik. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu reduksi data paparan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa meningkat. Penerapan PBL-TPS melalui Lesson Study mengalami peningkatan sebanyak 6 45% dengan kriteria keberhasilan Lesson Study baik sekali. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu 11 00% untuk kemampuan memberikan pertanyaan dan 20 19% untuk memberikan jawaban dan sebagian besar tergolong pada tingkat taksonomi Bloom C4. Secara keseluruhan peningkatan kemampuan berpikir kritis mengalami peningkatan dari 69 40% pada siklus I ke 76 75% pada siklus II sebanyak 7 35%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebanyak 6 75% siswa yang tuntas secara klasikal dan hasil belajar psikomotor mengalami peningkatan sebesar 4 95% dan sudah memenuhi ketuntasan klasikal. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penerapan Problem Based Learning dipadu Think Pair Share lelalui Lesson Study dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 5 Malang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa saran di antaranya penerapan Problem Based Learning dipadu Think Pair Share (PBL-TPS) melalui implementasi Lesson Study dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran di sekolah perlu adanya pengolahan kelas lebih baik terutama untuk mengatasi siswa yang membuat ramai dan kurang mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan perlu adanya penambahan observer dalam proses pembelajaran sehingga dapat mengamati siswa lebih baik dalam hal pemenuhan langkah pembelajaran PBL-TPS perlu memodifikasi langkah pembelajaran sehingga siswa tidak jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran PBL-TPS dalam pelaksanaan Lesson Study perlu adanya koordinasi lebih baik dengan pihak sekolah sehingga dalam hal alokasi waktu maupun dalam hal pelaksanaan Lesson Study di sekolah tersebut sehingga semua langkah pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.