Tugas Akhir
Analisis sistem pengendalian internal terhadap pemungutan dan penyetoran retribusi terminal sebagai sumber pendapatan asli daerah pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto / Iga Cipta Mawarni
Abstrak
Kata Kunci Pemungutan Penyetoran Retribusi Terminal Pendapatan Asli Daerah Sistem Pengendalian Internal Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu instansi yang membantu Kepala Daerah Kabupaten Mojokerto dalam melaksanakan sebagian urusan rumah tangga daerah. Urusan Dinas tersebut dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah dengan melaksanakan pemungutan pada Retribusi Daerah. Salah satu jenis Retribusi Daerah yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto adalah retribusi terminal. Retribusi terminal merupakan fokus dalam penelitian terutama berkaitan dengan sistem pelaksanaan pemungutan dan penyetoran retribusi terminal serta sistem pengendalian internal atas pemungutan dan penyetoran retribusi terminal tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dari observasi dan wawancara dan data sekunder dari kepustakaan dan dokumenter. Metode pemecahan masalah dalam penelitian dilakukan dengan mengamati dan mengumpulkan data menganalisis dan membandingkan data dengan kajian pustaka kemudian menarik kesimpulan penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mekanisme yang digunakan dalam pemungutan dan penyetoran retribusi terminal telah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha namun realisasi penerimaan retribusi terminal masih rendah jika dibandingkan jenis pungutan lain. Di samping itu realisasi penerimaan retribusi terminal tidak mencapai target pada tahun 2011. Hal ini dikarenakan sistem pengendalian internal pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto belum maksimal meskipun telah terdapat sistem otorisasi sistem pengawasan sistem absensi dengan menggunakan mesin pemindai sidik jari serta sistem pencatatan dan penyimpanan dokumen namun masih terdapat beberapa kelemahan diantaranya pegawai melalaikan tugas mengkorupsi jam kerja pegawai komitmen pegawai rendah sistem pengawasan yang kurang maksimal dan sering terjadi penundaan pencatatan. Beberapa kelemahan tersebut memberikan dampak negatif pada sistem pengendalian internal. Maka beberapa upaya harus dilakukan untuk meningkatkan sistem pengendalian internal pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mojokerto. Upaya tersebut diantaranya adalah peningkatan sistem pengawasan dan evaluasi kinerja pegawai pemberian arahan agar pegawai berkompeten dalam melaksanakan tugas serta penerapan sistem pemisahan fungsi.