Skripsi
Penerapan keterampilan mengelola kelas dalam pembelajaran PKn kelas VIII II di SMP Negeri 04 Malang / Siti Umayasari
Abstrak
Umayasari Siti. 2013. Penerapan Keterampilan Mengelola Kelas dalam Pembelajaran PKn Kelas VIII H di SMP Negeri 4 Malang. Skripsi Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Ketut Diara Astawa S.H M. Si (II) Dra. Arbaiyah Prantiasih M. Si. Kata kunci Keterampilan Mengelola Kelas Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Setiap proses pembelajaran pengelolaan kelas perlu direncanakan dan diusahakan oleh guru mata pelajaran dengan berbagai upaya agar kelas dapat terhindar dari kondisi yang merugikan serta dalam kegiatan pembelajaran yang terjadi guru harus dapat mengembalikan suasana kelas kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang mengganggu yang disebabkan oleh tingkah laku siswa di dalam kelas. Begitu pula pada pembelajaran PKn pengelolaan kelas perlu dilakukan agar terwujud kelas yang efektif nyaman dan kodusif kelas harus dikelola secara efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan (1) pengelolaan kelas pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII H di SMP Negeri 4 Malang (2) hambatan bagi guru dalam mengelola kelas pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII H SMP Negeri 4 Malang (3) upaya guru untuk mengatasi hambatan dalam mengelola kelas pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII H SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan alasan peneliti tidak melakukan hipotesis. Subyek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VIII H SMP Negeri 4 Malang dan siswa siswi kelas VIII H SMP Negeri 4 Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Observasi diperlukan untuk mengamati secara langsung penerapan pengelolaan kelas pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas VIII H SMP Negeri 4 Malang. Wawancara kepada guru siswa dan pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan yang sedang diteliti oleh peneliti. Dokumentasi untuk mendokumentasikan sebagai bukti peneliti dan pendukung hasil penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik ketekunan pengamatan triangulasi sumber dan triangulasi metode . Berdasarkan hasil penelitian Penerapan Keterampilan Mengelola Kelas dalam Pembelajaran PKn Kelas VIII H di SMP Negeri 4 Malang . Pengelolaan kelas terlihat dengan sikap dan tingkah laku siswa yang mencerminkan kedisiplinan. Pada pelaksanaan pembelajaran PKn guru mengelola kelas dengan berupaya mewujudkan kedisiplinan disiplin diwujudkan melalui perilaku siswa tepat waktu masuk kelas mendengarkan dan mengamati setiap penjelasan dari guru siswa pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam proses pembelajaran terdapat permasalahan yang dihadapi guru yaitu permasalahan pengelolaan kelas dan permasalahan belajar itu sendiri yang keduanya saling berhubungan. Permasalahan pengelolaan kelas sebenarnya dapat timbul disebabkan oleh masalah pembelajaran. Pada pembelajaran PKn di kelas VIII H permasalahan pembelajaran muncul ketika guru menjelaskan materi terdapat beberapa siswa yang tidak mengerti dan memahami isi materi pelajaran sehingga membuat suasana kelas menjadi gaduh siswa bersikap acuh terhadap pelajaran yang menjadi penyebab permasalahan pada pengelolaan kelas yang diakibatkan oleh masalah pembelajaran. Upaya menangani siswa yang gaduh saat pelajaran dilakukan guru dengan mengatur posisi duduk siswa di kelas secara berpasangan setiap siswa duduk berpasangan siswa laki-laki dan siswa perempuan. Pengaturan posisi duduk tersebut bertujuan untuk menghindarkan kelas dari suasana ramai. Faktor yang menghambat guru dalam mengelola kelas pada pembelajaran PKn berasal dari siswa dan kurangnya pemenuhan fasilitas sekolah. Hambatan dalam mengelola kelas yang berasal dari dalam diri siswa diakibatkan oleh kondisi siswa di kelas yang bersikap acuh saat guru menjelaskan mengobrol/bercanda dengan teman dan sikap siswa yang ramai dan membuat gaduh suasana kelas. Sedangkan masalah kurangnya pemenuhan fasilitas sekolah adalah keterbatasan jumlah ruang kelas yang dimiliki oleh sekolah yang menyebabkan kelas VIII H tidak dapat melakukan moving class yang membuat siswanya terkadang merasa bosan karena selalu berada di kelas setiap saat. Upaya mengatasi masalah dari siswa yang diakibatkan oleh masalah pembelajaran adalah guru berupaya untuk mengajar yang menyenangkan menggunakan pembelajaran yang bervariasi yang diselingi dengan permainan. Sehingga meningkatkan kesadaran dalam diri siswa agar tidak melakukan perbuatan menyimpang yang dapat mengganggu kondisi belajar yang efektif. Dalam meningkatkan kesadaran diri siswa guru berupaya untuk selalu memberikan dorongan motivasi penguatan pada siswa dengan menciptakan suasana saling menghargai dan menghormati sesamanya. Untuk mengatasi hambatan yang muncul dari kurangnya fasilitas sekolah adalah dengan perencanaan pembangunan ruang kelas baru yang merupakan tugas dari sekolah dan pihak-pihak yang terkait untuk mengatasinya. Saran yang diberikan penulis yaitu sebaiknya siswa lebih memperhatikan penjelasan ketika guru menerangkan dan tidak ramai sendiri di kelas. Sehingga kegiatan pembelajaran yang terjadi di kelas dapat berjalan kondusif dan lancar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kemudian sekolah hendaknya melengkapi kurangnya fasilitas belajar mengajar terkait dengan jumlah ruang kelas yang dimiliki sekolah agar semua kelas dapat melakukan kegiatan moving class demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu agar terwujudnya pengelolaan kelas yang efektif pada saat pembelajaran PKn maka guru dan siswa seyogyanya dapat mewujudkan hubungan yang harmonis. Dengan demikian siswa dapat selalu merasa nyaman di kelas dan dapat menerima penjelasan guru dengan baik.