Tugas Akhir
Analisis rasio keuangan daerah pada APBD periode anggaran 2008-2011 sebagai penilaian kinerja pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ponorogo / Alek Nugroho
Abstrak
Nugroho Alek. 2013. Analisis Rasio Keuangan Daerah Pada APBD Periode 2008-2011 Sebagai Penilaian Kinerja Pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ponorogo. Tugas Akhir Jurusan Akuntansi Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Yuli Widi Astuti S.E. M.Si. Ak. Kata Kunci Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Analisis Rasio Keuangan Daerah Analisis Trend. Usaha pemerintah daerah dalam menggali sumber dana yang berasal dari potensi daerah yang dimiliki serta kemampuan mengelola dan memanfaatkan sumber dana yang ada tercemin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satu untuk menganalisis kinerja keuangan daerah adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan kaitannya dengan pembiayaan sektor publik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Analisis trend merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk mengetahui tingkat penilaian kinerja menggunakan rasio keuangan daerah digunakan rumus sebagai berikut rasio kemandirian keuangan daerah rasio efektivitas PAD dan rasio efisiensi belanja. Analisis ini akan berguna sebagai tolok ukur dalam menilai kemandirian keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Analisis trend berguna untuk memperkirakan hasil yang akan dicapai untuk tahun yang akan datang. Hasil penulisan ini adalah rasio kemandian keuangan daerah menunjukkan hasil yang kurang mandiri untuk Pemerintah Kabupaten Ponorogo rasio efektivitas PAD menghasilkan penilaian yang efektif karena hasil perhitungan lebih dari 100% rasio efisiensi belanja menunjukkan hasil yang efisien untuk menilai belanja pemerintah. Hasil analisis trend untuk tahun 2014 dari pendapatan asli daerah pendapaten transfer dan realisasi belanja menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) periode 2008-2011 Pemerintahan Kabupaten Ponorogo belum bisa dikatakan mandiri karena masih banyak tergantung pada bantuan dari pusat. Keefektivitasnya sudah bisa dikatakan efektif karena menunjukkan hasil lebih dari 100% dan sudah efisien dalam merealisasikan anggaran belanja. Saran untuk pemerintah daerah yaitu pemerintah harus lebih mengoptimalkan potensi-potensi yang ada terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar kemandirian daerah lebih tinggi dan tidak sepenuhnya berharap dari pemerintah pusat. Sedangkan saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan dapat lebih menyempurnakannya dengan menambah instrumen dari rasio keuangan dan objek penelitian serta periodenya agar penelitian ini dapat lebih berkembang.