Skripsi
Pengembangan media pembelajaran audio visual sebagai supplementary book untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran K3LH di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri / Muhammad Taufik Hidayat
Abstrak
Hidayat Muhammad Taufik. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Sebagai Supplementary Book Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran K3LH Di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri. Skripsi Program Studi Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs.H. Mohammad Arief.M.Si (2) Drs. Sarbini. Kata Kunci Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Supplementary Book Hasil Belajar. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil teknologi dalam proses belajar. Dengan teknologi dapat diciptakan media pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran oleh karena itu peneliti mengembangkan produk media pembelajaran audiovisual sebagai Supplementary Book mata pelajaran K3LH. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan Sugiyono. Langkah-langkah penelitian dan pengembangannya meliputi (a)Potensi dan Masalah (b)Mengumpulkan Informasi (c)Desain Produk (d)Validasi Desain (e)Perbaikan Desain (f)Uji Coba Produk 1 (g)Revisi Produk 1 (h)Uji Coba Produk 2 (i)Revisi Produk 2 (j)Produk Akhir. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk menghasilkan produk media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran K3LH. Pemanfaatan media pembelajaran ini menciptakan pembelajaran yang kontekstual dengan menggunakan media pembelajaran sebagai supplementary book mata pelajaran K3LH yang digunakan disekolah. Selain itu tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran K3LH. Dari hasil validasi keseluruhan mulai dari ahli materi ahli media dan uji coba produk 2 (pengguna) diperoleh rata-rata keseluruhan 94 22% dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audiovisual sangat valid dan dapat digunakan. Sedangkan analisis hasil belajar siswa nilai rata-rata kelas sebelum menggunakan media sebesar 67 04 setelah menggunakan media mengalami kenaikan sebesar 79. Jika dilihat dari persentase ketuntasan dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) 75 dapat diketahui sebelum menggunakan media persentase ketuntasannya sebesar 31 8% dan setelah menggunakan media persentase ketuntasannya mengalami kenaikan sebesar sebesar 77 2% dari hasil analisis tersebut disimpulkan bahwa media pembelajaran audiovisual ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X APK 2 di SMK Pawyatan Daha 2 Kediri.