Skripsi
Interaksi berpikir siswa dalam pembelajaran kooperatif model SAVI pada kelas VIII SMP Negeri 18 Malang materi lingkaran / Nur Ayniyah
Abstrak
Ayniyah Nur. 2013. Interaksi Berpikir Siswa dalam Pembelajaran Kooperatif Model SAVI pada Kelas VIII SMP Negeri 18 Malang Materi Lingkaran. Skripsi Jurusan matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. rer. nat. I Made Sulandra M.Si (II) Lathiful Anwar S.Si M.Sc. Kata Kunci Interaksi berpikir siswa Pembelajaran kooperatif model SAVI. Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang dapat memicu siswa belajar secara aktif sehingga siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya. Kemampuan atau potensi siswa tehadap pengetahuan yang dimilikinya dilihat melalui tes tetapi proses berpikir siswa dalam menyelesaikan suatu masalah akan mengungkap lebih rincil kemampuan sebenarnya siswa. Dibutuhkan adanya aktifitas yang memicu siswa melakukan interaksi berpikir dalam pembelajaran salah satunya melalui pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intellectually) yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan alat indra yang dimiliki siswa yaitu gerak tubuh telinga mulut mata dan otak melalui aktifitas melakukan mendengar berbicara dan berpikir. Bedasarkan hal tersebut melalui model pembelajaran SAVI dapat digunakan untuk mempermudah melihat aktifitas interaksi berpikir siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah satu kelompok heterogen dari 4 siswa kelas VIII-F SMP Negeri 18 Malang dengan materi penelitian yaitu garis singgung persekutuan lingkaran. Terdapat tiga tahap dalam pengambilan data. Pertama peneliti melakukan wawancara dengan subjek sebelum pembelajaran berlangsung. Kedua peneliti merekam pembicaraan dan aktifitas subjek selama kegiatan pembelajaran. Ketiga peneliti melakukan wawancara dengan subjek setelah pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi berpikir yang berlangsung multiarah saat pembelajaran mengenai garis singgung persekutuan lingkaran dengan LKK (Lembar Kerja Kelompok) sebagai media pembelajaran. Siswa berkemampuan tinggi lebih banyak berinteraksi dengan memberikan bantuan dan terkadang menerima pengetahuan dari siswa yang berkemampuan sedang dalam mengkonstruksi konsep dan menyelesaikan permasalahan. Siswa berkemampuan sedang cenderung seimbang antara bertanya dan menjawab pertanyaan. Sedangkan siswa berkemampuan rendah cenderung pasif dan berinteraksi dengan anggota kelompoknya hanya untuk bertanya tentang hal yang belum dimengerti. Selain interaksi terjadi antar siswa saat pembelajaran siswa juga berinteraksi dengan guru dan kelompok yang lain. Penelitian ini masih terbatas mengkaji interaksi berpikir siswa dalam pembelajaraan kooperatif model SAVI dengan materi garis singgung persekutuan lingkaran. Oleh karena itu perlu dikembangkan bagaimana interaksi berpikir siswa pada model pembelajaran lain dan pada materi yang lain.