Skripsi
Penerapan model pembelajaran Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction (ARCS) untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B TK Al-Amin Tlogo Kabupaten Blitar / Nihayatul Maqsudah
Abstrak
Maqsudah Nihayatul. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Attention Relevance Convidence Satisfaction (ARCS) untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Kelompok B TK Al-Amin Tlogo Kec. Kanigoro Kab. Blitar. Skripsi Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ahmad Samawi M. Hum (II) Drs. Usep Kustiawan M. Sn. Kata kunci Model Attention Relevance Convidence Satisfaction (ARCS) kemampuan bercerita. Hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelompok B TK Al-Amin Tlogo Kec. Kanigoro Kab. Blitar pada aspek perkembangan bahasa dengan materi bercerita didapatkan fakta bahwa pembelajaran yang dilakukan guru kurang menarik minat belajar anak sehingga hasil belajar anak rendah. Rata-rata hasil belajar anak hanya mencapai 64 58 dengan ketuntasan kelas 41 67% sedangkan SKM yang ditentukan adalah 70 00 untuk hasil belajar dan 70% untuk ketuntasan kelas. Untuk itu agar dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bercerita perlu diadakan perbaikan pembelajaran. Perbaikan yang dipilih yaitu dengan menerapkan model Attention Relevance Convidence Satisfaction (ARCS). Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah (1) bagaimana penerapan model pembelajaran ARCS dalam meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B TK Al-Amin Tlogo dan (2) Apakah model pembelajaran ARCS dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B TK Al-Amin Tlogo. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Al-Amin Tlogo Kec. Kanigoro Kabupaten Blitar. Dalam penelitian ini peneliti menjadi pengajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi test unjuk kerja dan wawancara. Data yang berupa angka dianalisis secara kuantitatif sedangkan data berupa kalimat dianalisis secara kualitatif Penerapan model ARCS untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak dapat dilaksanakan dengan baik sesuai RKH. Hal itu terlihat dari perolehan skor pengamatan kinerja guru dengan skor 20 dari total 20 indikator (100%). Langkah-langkah model ARCS dalam kegitatan bercerita meliputi memperhatikan video bercerita latihan bercerita permodelan dari guru unjuk kerja bercerita dan penilaian guru. Kemampuan bercerita anak pada penelitian ini meliputi kejelasan perbendaharaan kata dan kelancaran serta percaya diri. Hasil belajar anak dari siklus I rata-rata 77 78 meningkat pada siklus II rmenjadi rata-rata 95 14 dan ketuntasan kelas dari siklus I 83 33% meningkat pada siklus II menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan pada guru untuk menerapkan model ARCS dalam kegiatan pembelajaran bercerita bagi peneliti brikutnya disarankan untuk mengadakan penelitian tentang Model pemmbelajaran ARCS untuk meningkatkan kemampuan bermain peran.