Tugas Akhir
Pembuatan busana pesta muslim tenun ikat troso dengan teknik adibusana / Ummu Zakyatuz Zahro
Abstrak
Zahro Ummu Z. 2013. Pembuatan Busana Muslim Tenun Ikat Troso dengan Teknik Adibusana. Tugas Akhir Jurusan Teknologi Industri Program Studi Diploma III Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Nurul Hidayati S.Pd M.Sn. (II) Agus Sunandar S.Pd M.Sn. Kata Kunci Busana Pesta Muslim Tenun Ikat Troso Jepara Teknik Adibusana Busana adalah kebutuhan manusia yang semakin berkembang nilai pokoknya. Busana saat ini tidak hanya digunakan untuk menutupi badan tetapi sebagai nilai penentu status sosial pemakainya di berbagai kesempatan. Salah satu kesempatan dalam berbusana adalah pesta. Pesta identik dengan keglamoran dan kemeriahan. Berdasarkan sifat tersebut maka busana yang dikenakan dibuat lebih istimewa dari busana lainnya baik dalam hal bahan desain hiasan maupun teknik jahitannya. Pada tahun 2012 trend fashion yang muncul adalah tren busana muslim. Mode berkiblat ke tren mode dunia tetapi sisi Indonesia tidak luntur salah satunya adalah kain tradisional Indonesia Tenun Ikat Troso Jepara. Busana pesta muslim modifikasi tenun ikat Troso Jepara disempurnakan dengan menggunakan teknik adibusana atau disebut juga haute couture. Karakteristik dari busana hasil teknik adibusana/haute couture ini adalah dilihat dari desain yang variatif dan bebas tidak terkekang oleh pakem busana yang telah ada. Proses pembuatan busana pesta muslim dengan teknik adibusana ini dimulai dari pembuatan desain pembuatan pola pembuatan draft busana rancangan harga dan bahan pemotongan bahan proses interlining menjahit fitting pembuatan aksesoris dan finishing. Pada tahap memotong pola drape membuat pattycoat dan memotong kain bermotif seperti tenun ikat dibutuhkan ketelitian dan kecermatan yang sangat tinggi agar bentuk dan hasil busana sesuai seperti yang diinginkan. Kesulitan dalam pembuatan busana ini adalah pada saat membentuk pattycoat kemudian dalam menjahit tindasan pada pinggir rok memotong motif kain tenun ikat. Bentuk pattycoat yang benar adalah membesar di bagian bawah dan mengecil di bagian atas. Pada tahap menindas pinggir rok sebaiknya dikerjakan dua kali lipatan sehingga lebih rapi. Pada tahap memotong motif sangat dibutuhkan ketelitian agar hasil motif bisa bersambung antara potongan-potongan busana tersebut.