Tugas Akhir
Strategi packing plant guna efisiensi biaya distribusi pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. / M. Musa Akbar
Abstrak
Akbar M M. 2014. Implementasi Strategi Saluran Distribusi Packing Plant Dan Gudang Penyangga Pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Skripsi Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Agus Hermawan M.Si. Grad. Dip. MGT M.Bus (2) Handri Dian Wahyudi S.Pd. S.E. M.Sc Kata kunci Saluran Distribusi Packing Plant Gudang Penyangga Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi saluran distribusi Packing Plant pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk mendeskripsikan impelemtasi strategi saluran distribusi Gudang Penyangga pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk dan untuk mengetahui permasalahan dan solusi antara manajemen saluran distribusi Packing Plant dan Gudang Penyangga pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama satu bulan pada bulan oktober november 2014. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan obeservasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data kualitatif terdiri dari 3 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yakni reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan strategi saluran distribusi packing plant pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk adalah dimulai dari pabrik unit produksi semen yang mana masih berupa semen curah diisikan ke kapal kemudian kapal tersebut diberangkatkan menuju masing masing packing plant kemudian kapal akan bersandar di pelabuhan lalu melakukan pemindahan semen curah dari kapal menuju silo dengan cara penyedotan. Penyedotan dilakukan melalui selang yang dipasang dari silo menuju pelabuhan tempat kapal bersandar selanjutnya dikemas secara otomatis oleh mesin pengemasan. (2) Pelaksanaan strategi saluran distribusi gudang penyangga pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk adalah dimulai dari pabrik unit produksi semen yang telah dalam bentuk kemasan dipindahkan ke gudang penyangga. Pengangkutan tersebut dilakukan melalui jalur darat dengan menggunakan truk. Kemudian semen tersebut di drop di gudang penyangga. Beberapa karyawan di dalam gudang penyangga melakukan pengoperasian untuk membagikan produk semen tersebut ke tiap tiap 44 distributor. (3) Permasalahan dan solusi antara manajemen saluran distribusi Packing Plant dan Gudang Penyangga pada PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk adalah proses pengiriman produk semen terhadap wilayah yang sulit dijangkau faktor cuaca yang kurang baik dalam proses disribusi keterlambatan pengiriman ke packing plant gudang penyangga dan rencana penghapusan gudang penyanggan yang beralih pada packing plant. Solusinya adalah perusahaan memberikan kelonggaran pada pihak distributor dan memberikan kompensasi evaluator harus bisa menganalisis kendala kendala yang akan terjadi melihat analisis hasil BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) untuk melihat cuaca pada saat itu sampai beberapa hari ke depan. Sedangkan solusi untuk permasalah bongkar muat yang dilakukan packing plant memerlukan selang penyedot ekstra agar disaat pasang ataupun surut air laut tetap bisa dilakukan bongkar muat penetapan waktu dalam proses pemberangkatan dan kedatangan lebih didisiplinkan agar tepat waktu. Memperbaiki proses pelayanan. Perbaikan layanan dapat dilakukan dengan pengaturan alokasi dermaga untuk masing masing tipe kapal bagi packing plant dan masing masing truk bagi gudang penyangga. Pihak manajemen melakukan pengkajian ulang terhadap penghapusan gudang penyangga jika peran dari gudang penyangga dianggap cukup besar maka peran gudang penyangga lebih baik tetap beroperasi. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pihak karyawan dan manajemen yang melakukan pemantauan dan mengevaluasi setiap kegiatan distribusi di packing plant dan gudang penyangga melakukan pemantauan secara detail setiap prosesnya mulai dari analisis kondisi wilayah tujuan distribusi hingga pemberian alternatif pemecahan masalah yang akan terjadi. Memperbaiki proses pelayanan dengan melakukan pengaturan dermaga untuk masing masing tipe kapal bagi packing plant dan masing masing truk bagi gudang penyangga.