Skripsi
Pengembangan modul pada standar kompetensi perancangan WEB Databese Content Server berbasis Learning Cycle 7E bagi siswa kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Doko / Miana Norma Intan
Abstrak
Kata kunci Modul Learning Cycle 7e Web Database untuk Content Server. Penggunaan bahan ajar yang tepat sangat berpengaruh dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Namun tidak semua siswa di SMK N 1 Doko mempunyai sarana dan prasarana bahan ajar yang memadai untuk belajar secara mandiri baik disekolah maupun dirumah dengan mudah. Sesuai dengan kondisi siswa tersebut bahan ajar yang memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan belajar yang dimiliki serta dapat memberikan gambaran nyata dalam membelajarkan materi adalah media modul. Modul adalah bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Tujuan dari pengembangan modul ini adalah tersedianya bahan ajar untuk materi pada standar kompetensi perancangan web database untuk content server. Perancangan modul ini dengan mengintegrasikan tahap-tahap pembelajaran learning cycle 7E ke dalam setiap kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan dari model Sugiyono. Langkah langkah yang dilakukan antara lain (1) Potensi dan Masalah (2) Pengumpulan Data (3) Desain Produk (4) Validasi Desain (5) Revisi Desain (6) Uji Coba Produk (7) Revisi produk (8) Uji Coba Pemakaian (9) Revisi Produk (10) Produksi Masal. Media pembelajaran ini divalidasi oleh ahli media ahli materi dan ahli bahasa. Uji coba produk dilakukan oleh subjek uji coba yaitu guru dan siswa SMK Negeri 1 Doko. Hasil validasi dari modul pegangan guru dari ahli media ahli materi dan ahli bahasa memiliki tingkat validitas 97% 92% dan 90% sedangkan hasi uji coba media dari guru memiliki tingkat validitas 98%. Untuk modul pegangan siswa hasil validasi ahli media ahli materi dan ahli bahasa memiliki tingkat validitas 98% 90% 87% sedangkan hasil uji coba media dari siswa dalam kelompok kecil dan kelompok besar memiliki tingkat validitas 89% dan 90%. Sehingga berdasarkan kriteria validitas produk dapat dinyatakan bahwa modul yang dikembangkan secara keseluruhan dinyatakan valid dan memenuhi kriteria layak untuk diuji cobakan lebih luas agar nantinya bisa digunakan dalam pembelajaran