Skripsi
Pengembangan bahan ajar berbasis e-learning pada materi hidrokarbon dan minyak bumi kelas X semester 2 / Anna Rahmaniyah
Abstrak
Kata kunci bahan ajar e-learning hidrokarbon dan minyak bumi Beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran kimia di SMA adalah (1) keterbatasan sumber belajar yang ada yaitu hanya buku teks (2) banyak terdapat konsep-konsep abstrak (3) lemahnya interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas (4) kecepatan dan gaya belajar siswa yang berbeda-beda dan (5) keterbatasan waktu yang tersedia dalam pembelajaran di kelas. Hidrokarbon dan minyak bumi meliputi materi yang berupa konsep-konsep dan teori serta fakta-fakta. Materi yang hanya berisi konsep-konsep dan teori akan mudah dilupakan siswa apalagi jika dalam pembelajarannya tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Selain itu materi ini merupakan materi pembelajaran akhir pada kelas X. Sehingga karena keterbatasan waktu tatap muka seringkali pemberian materi ini tidak tuntas. Solusi yang diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan mengembangkan bahan ajar berbasis e-learning. Bahan ajar yang tersedia di sekolah biasanya hanya berupa buku teks. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penggunaan alat bantu media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif seperti penggunaan komputer atau internet. Penggunaan internet dalam proses pembelajaran dikenal dengan istilah e-learning. Diharapkan dengan bahan ajar berbasis e-learning pada materi hidrokarbon dan minyak bumi ini dapat mengatasi masalah-masalah yang ada. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan dan mengetahui kelayakan bahan ajar berbasis e-learning pada materi hidrokarbon dan minyak bumi yang telah dikembangkan. Pengembangan bahan ajar berbasis e-learning dengan materi hidrokarbon dan minyak bumi didasarkan pada model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan yakni 4D-Model yang terdiri dari pembatasan (define) perencanaan (design) pengembangan (develop) dan penyebarluasan (disseminate). Langkah-langkah yang dilakukan hanya sampai D yang ke-3 karena pertimbangan keterbatasan waktu tenaga dan biaya. Bahan ajar berbasis e-learning ini telah direvisi berdasarkan saran dan komentar validator ahli dan uji pada kelompok kecil. Validator ahli terdiri atas 1 dosen Kimia Universitas Negeri Malang (ahli materi) 1 dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang (ahli media) dan 1 guru kimia SMA Negeri 9 Malang. Uji kelompok kecil dilakukan oleh 10 siswa SMA Negeri 9 Malang. Persentase kevalidan yang didapatkan dari ahli materi adalah 93 75% dari ahli media adalah 97 89% dan dari guru kimia adalah 94 85%. Sedangkan persentase kevalidan yang didapatkan dari uji kelompok kecil adalah 81 92%. Berdasarkan hasil yang diberikan dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis e-learning dengan materi hidrokarbon dan minyak bumi yang telah dikembangkan telah layak digunakan. Evaluasi lebih lanjut mengenai efektivitas dari bahan ajar ini terhadap motivasi dan hasil belajar siswa perlu dilakukan untuk penyebaran yang lebih luas.