Tesis
Manajemen Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Studi kasus di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang) / Rofikha Nuriyanti
Abstrak
Kata Kunci manajemen kurikulum pendidikan dan pelatihan Pendidikan merupakan suatu dimensi pembangunan. Proses pendidikan terkait dengan proses pembangunan. Berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia masalah yang sangat penting untuk dibahas adalah perubahan tuntutan kompetensi para pelaku pekerjaan. Tuntutan tersebut membuat para karyawan harus diberi tindakan khusus yang membutuhkan proses pembelajaran yang kontinyu terencana terarah dan terukur yang biasanya diselenggarakan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Kegiatan pendidikan dan pelatihan mempunyai dampak postif bagi karyawan secara individu maupun organisasi. Berdasarkan konteks tersebut peneliti merumuskan fokus penelitian yang terdiri dari (1) perancangan kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang (2) pelaksanaan kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang (3) evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang dan PPPPTK BOE Malang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi kasus. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik snow ball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memakai metode wawancara mendalam observasi dan studi dokumentasi. Dalam menganalisis data dilakukan dua tahap yaitu analisis data kasus individu (individual cases) dan analisis data lintas kasus (cross cases analysist). Keabsahan data dalam penelitian ini yaitu derajat kepercayaan (credibility) keteralihan (transferability) ketergantungan (dependability) dan derajat kepastian (confirmability) Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) perancangan kurikulum pendidikan dan pelatihan yaitu a) di UPTPK Singosari Malang menggunakan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan yang hasilnya digunakan untuk merancang kurikulum pendidikan dan pelatihan sedangkan PPPPTK BOE Malang menggunakan spektrum keahlian di SMK melalui evaluasi guru yang hasilnya digunakan untuk merancang materi pendidikan dan pelatihan untuk peserta dari masyarakat menggunakan dan karyawan/perusahaan memiliki kesamaaan yaitu menganalisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan dalam merancang kurikulum. b) acuan dalam merancang kurikulum pendidikan dan pelatihan yaitu UPTPK Singosari Malang menggunakan SKKNI dan PPPPTK BOE Malang menggunakan standar kompetensi dan kompetensi dasar ditetapkan oleh BNSP c) kurikulum pendidikan dan pelatihan yaitu bersifat given dan by design (tailor made) d) perancangan kurikulum yaitu pada UPTPK Singosari Malang melibatkan kepala UPTPK kepala seksi pendidikan dan pelatihan dan sertifikat (PS) serta instruktur pada masing masing jurusan. Sedangkan PPPPTK BOE Malang melibatkan bagian data dan informasi (marketing) seksi program dan serta widyaiswara (2) pelaksanaan kurikulum pendidikan dan pelatihan yaitu a) tahap tahap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan yaitu di UPTPK Singosari Malang pembukaan proses diklat dan penutupan diklat sedangkan pada PPPPTK BOE Malang lebih terinci dari awal mulai dari persiapan peserta pemanggilan peserta sampai peserta datang dan dilakukannya proses pendidikan dan pelatihan b) penerapan kurikulum yaitu dengan komposisi teori yang diberikan kepada peserta sebesar 30% dan praktek sebesar 70% c) dan UPTPK Singosari menerapkan FMD yang berguna dalam membina mental peserta pendidikan dan pelatihan. PPPPTK BOE Malang sudah menerapkan sistem informasi yang terkontrol yang diberi nama Sim Diklat. UPTPK Singosari Malang juga melaksanakan MTU(Mobile Training Unit) (3) evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan yaitu a) evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan di kedua lembaga pendidikan dan pelatihan yaitu di UPTPK Singosari Malang evaluasi peserta pendidikan dan pelatihan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.Sedangkan PPPPTK BOE Malang dibagi menjadi tiga jenis evaluasi yaitu a) materi yang diberikan kepada peserta diklat b) sistem penyelenggaraannya menyangkut widyaiswara perlengkapan c) evaluasi efektivitas penggunaan anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan diklat. d) evaluasi dampak yang pelaksanaannya tiga bulan setelah guru sebagai peserta pendidikan dan pelatihan kembali ke sekolah b) UPTPK Singosari Malang mempunyai modul khusus terkait dengan proses penilaian peserta dalam pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari tiga buku yaitu buku informasi buku kerja dan buku penilaian c) yang terlibat dalam proses evaluasi pada UPTPK Singosari Malang adalah seksi PP seksi PS dan instruktur masing masing jurusan seksi PP dan seksi PS instruktur mengevaluasi hasil peserta pendidikan dan pelatihan.Sedangkan PPPPTK BOE Malang yaitu melibatkan seluruh komponen mulai dari seksi data dan informasi seksi program seksi penyelenggaraan dan seksi evaluasi itu sendiri. d) waktu evaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan di UPTPK Singosari Malang adalah setiap tahun atau setahun sekali. Sedangkan di PPPPTK BOE Evaluasi dilakukan setiap 6 bulan sekali. Berangkat dari temuan penelitian ini peneliti memberikan beberapa saran berikut 1) bagi dinas pendidikan sebagai bahan masukan dalam mengembangkan dan memberdayakan lembaga pendidikan dan pelatihan dibawag naungan dinas pendidikan 2) bagi dinas tenaga kerja dan transmigrasi sebagai bahan masukan dalam mengembangkan dan memberdayakan lembaga pendidikan dan pelatihan dibawah naungan dinas pendidikan 3) bagi lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai bahan masukan bagi organisasi atau lembaga pendidikan dan pelatihan dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum pendidikan dan pelatihan 4) bagi instruktur/ widyaiswara lembaga pendidikan dan pelatihan agar dapat bermanfaat dalam merancang mengembangkan mengimplementasikan dan mengevaluasi kurikulum pendidikan dan pelatihan 5) bagi tenaga kerja agar dapat memberikan informasi dan pandangan tentang pendidikan dan pelatihan kerja yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja 6) bagi peneliti selanjutnya bagi peneliti lain yang hendak melakukan penelitian secara lebih mendalam tentang manajemen kurikulum pendidikan dan pelatihan maka tulisan ini dapat menjadi sumber informasi dan bahan pembanding.