Tesis
Penggunaan konjungsi dalam karangan narasi siswa kelas IX MTs Negeri Bandung Tulungagung tahun pelajaran 2012/2013 / Sutanto
Abstrak
Kata kunci penggunaan konjungsi karangan narasi Konjungsi tidak pernah terlepas dari karangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan konjungsi antarklausa antarkalimat dan antarparagraf dalam karangan narasi siswa kelas IX MTs Negeri Bandung Tulungagung tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data penelitian berupa konjungsi (1) antarklausa (2) antarkalimat dan (3) antarparagraf yang terdapat dalam karangan siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh tiga simpulan. Pertama penggunaan konjungsi antarklausa yang tediri atas konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Frekuensi penggunaan konjungsi koordinatif penjumlahan mendominasi dalam mengembangkan karangan narasi. Adapun tiga konjungsi koordinatif lainnya yang juga digunakan adalah konjungsi koordinatif pertentangan penguatan dan pemilihan. Selanjutnya frekuensi penggunaan konjungsi subordinatif waktu penyebaban dan tujuan mendominasi dalam mengembangkan karangan narasi. Adapun tujuh konjungsi lainnya yang juga digunakan adalah konjungsi subordinatif cara penegasan pengakibatan konsesif syarat perbandingan dan pengandaian. Kedua penggunaan konjungsi antarkalimat. Frekuensi penggunaan konjungsi antarkalimat kontinuitas penegasan dan pertentangan mendominasi dalam mengembangkan karangan narasi. Enam konjungsi lainnya yang juga digunakan adalah konjungsi antarkalimat pengakibatan konsekuensi waktu perbandingan konsesif dan penambahan.Terdapat dua konjungsi yang tidak digunakan dalam karangan narasi yaitu konjungsi antarkalimat penguatan dan pengecualian. Ketiga penggunaan konjungsi antarparagraf. Siswa menggunakan empat jenis dari sepuluh jenis konjungsi antarparagraf dalam pengembangan karangan narasi yaitu konjungsi antarparagraf penegasan konsekuensi pertentangan dan pengakhiran. Variasi frekuensi penggunaan konjungsi disebabkan oleh (1) tinggi rendahnya frekuensi penggunaan konjungsi dalam komunikasi sehari-hari (2) persamaan unsur-unsur bahasa lain yang dipelajari (3) proses pemerolehan belajar bahasa (4) berperan tidaknya konjungsi untuk menggerakkan cerita (5) karakter karangan narasi dan (6) kebiasaan pola bernalar.