Tesis
Peningkatan kemampuan menulis puisi dengan model sinektik pada siswa kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Malang / Supriyadi
Abstrak
Kata Kunci kemampuan menulis puisi model sinektik Pada saat proses pembelajaran menulis puisi berlangsung di kelas V SD Muhammadiyah I Malang siswa kurang bersemangat lebih banyak bermain dengan teman sebangku dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran menyebabkan siswa kehilangan kesempatan untuk menulis puisi dengan gaya dan kreasi sendiri di dalam kelas sehingga berpengaruh terhadap kemampuan menulis puisi siswa. Penulisan puisi oleh siswa dilakukan setelah materi pelajaran selesai dijelaskan guru sehingga waktu menulis puisi tidak langsung di dalam kelas tetapi dikerjakan di rumah. Pemilihan model sinektik sebagai solusi dalam pembelajaran menulis puisi di kelas V SD Muhammadiyah I Malang karena dapat membawa proses kreatif menuju kesadaran meningkatkan kreativitas mengembangkan gagasan serta dapat membebaskan siswa dalam mengembangkan imajinasi maupun wawasan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa dengan menerapkan model sinektik dalam pembelajaran. Sesuai dengan tujuan penelitian ini menggunakan rancangan dan prosedur penelitian tindakan kelas. Peneliti sebagai instrumen utama dilengkapai dengan pedoman wawancara pedoman observasi dan catatan lapangan. Data penelitian ini terdiri atas data proses yang diperoleh selama pembelajaran menulis puisi dengan model sinektik berlangsung dan dta hasil berupa skor atau nilai dari karya puisi yang dihasilkan siswa. Data dianalisis dengan tiga langkah yaitu (1) menelaah data yang terkumpul dengan cara membaca dan menganalis secara berulang (2) mereduksi data dengan cara menyortir data yang tidak berkaitan langsung dengan proses dan hasil menulis puisi dengan model sinektik dan (3) menyimpulkan data sesuai dengan kategori dan kualifikasi yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model sinektik dalam pembelajaran menulis puisi dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Muhammadiyah I Malang. Pembelajaran dengan menerapkan model sinektik memiliki tiga tahap yaitu (1) tahap analogi langsung (2) tahap analogi personal dan( 3) tahap analogi konflik padat. Dalam tahap analogi langsung aktivitas siswa adalah mencari dan menemukan objek analogi kemudian memilih dan mendeskripsikan secara rinci objek analogi yang dipilih. Objek analogi langsung pada Siklus I berupa benda dan makhluk hidup selain manusia sedangkan pada Siklus II adalah manusia dan pekerjaannnya. Dalam tahap analogi personal pembelajarannya menekankan siswa untuk menjadi objek analogi yang telah dipilih dengan cara menuliskan ungkapan perasaan atau emosi representasi perasaan objek analogi pilihan siswa. Dalam tahap analogi konflik padat aktivitas pembelajaran terbagi dua yaitu membuat frase yang dilakukan degan menggabungkan dua kata yang berbeda makna dan menulis puisi. Penerapan ketiga tahap analogi dapat mengembangkan perbandingan antarobjek meningkatkan motivasi menulis puisi serta menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Melalui ketiga tahap pembelajaran model sinektik diketahui kemampuan menyusun analogi meningkat pada setiap siklus. Secara kuantitatif kemampuan siswa dalam mendeskripsikan objek analogi pada tahap analogi langsung Siklus I dan II 100% . Secara kualitatif kemampuan mendeskripsikan objek analogi dengan indikator (1) objek yang dibandingkan menarik (2) unsur objek yang dibandingkan lengkap (3) kata dalam merinci objek tepat dan (4) kata dalam rincian sesuai dengan objek. Hasil tindakan tahap analogi personal pada Siklus I secara kuantitatif mencapai 66 67% dan meningkat menjadi 97 22% pada Siklus II. Secara kualitatif kemampuan mengungkapkan emosi atau menjadi objek analogi dengan indikator (1) gambaran emosi terhadap objek analogi bervariasi (2) ungkapan emosi sesuai dengan objek analogi (3) kalimat ungkapan bervariasi dan (4) jumlah ungkapan emosi sama dengan ketentuan. Hasil tindakan tahap analogi konflik padat pada Siklus I secara kuantitatif mencapai 97 22% dan meningkat menjadi 100% pada Siklus II. Secara kualitatif hasil tindakan adalah berkembangnya kemampuan membuat frase dengan kata yang berbeda meliputi (1) frase yang dibuat berjumlah enam belas (2) kreasi kata dalam frase cukup memadai. dan (3) wawasan dalam frase cukup luas. Pembelajaran menulis puisi dengan model sinektik dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa . Secara kuantitatif kemampuan menulis puisi berkualifikasi sangat baik berjumlah 58 33% pada Siklus I dan mengalami peningkatan menjadi 80 7 % pada Siklus II. Secara kualitatif hasil kemampuan menulis puisi meningkat dengan indikator (1) isi puisi sesuai dengan tema (2) diksi dan gaya bahasa beragam serta kaya (3) rima sesuai dengan jenis puisi serta (4) struktur baris dan bait konsisten. Puisi yang dihasilkan baik pada Siklus I maupun Siklsus II berupa puisi bebas dengan tema bervariasi objek analogi berupa makhluk hidup atau benda-benda selain manusia menggunakan bahasa sehari-hari dan bersifat deskriptif pesan puisi mudah dipahami dan jumlah baris serta bait bervariasi. Penerapan model sinektik dalam pembelajaran menulis puisi telah terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik dengan baik. Oleh karena itu disarankan kepada seluruh guru Bahasa Indonesia di SD Muhamma-diyah I Malang menggunakan model sinektik sebagai model pembelajaran alter-natif dalam pembelajaran menulis puisi.