UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Pengembangan modul materi pelajaran analisis air dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMK kompetensi keahlian kimia analisis / Any Purnawati

Purnawati, Any - Nama Orang;

Abstrak
Kata-kata kunci pengembangan modul analisis air kimia analisis pendekatan kontekstual Materi pelajaran analisis air merupakan materi pelajaran produktif untuk siswa SMK Kompetensi Keahlian Kimia Analisis yang baru ada sejak diterapkannya kurikulum edisi spektrum tahun 2009. Keterbatasan alokasi waktu pembelajaran akibat pelaksanaan prakerin menjadi kendala dalam pembelajaran materi analisis air. Akibatnya pelaksanaan pembelajaran hanya ditekankan pada kegiatan praktikum tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan yang dipelajarinya. Kondisi ini diperburuk dengan keterbatasan sumber belajar sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar akibatnya hasil belajar siswa tergolong rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dikembangkan modul materi analisis air dengan pendekatan kontekstual sehingga dapat melibatkan keaktifan siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan menarik dan menyenangkan. Modul dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas atau belajar mandiri serta pada waktu prakerin. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk (1) mengembangkan modul materi pelajaran analisis air dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMK kompetensi keahlian Kimia Analisis (2) mengetahui tingkat kelayakan modul yang dikembangkan dan (3) menguji keefektifan modul dalam kegiatan pembelajaran. Pengembangan modul mengadopsi model pengembangan 4D dari Thiagarajan et al. (1974). Model ini meliputi empat tahap pengembangan yaitu pendefinisian perancangan pengembangan dan penyebaran. Tahap penyebaran tidak dilakukan karena modul hasil pengembangan hanya digunakan terbatas di SMKN 3 Madiun. Modul hasil pengembangan dinilai kelayakannya menggunakan instrumen penilaian modul yang dikembangkan berdasarkan standar penilaian bahan ajar yang dirumuskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penilaian kelayakan modul meliputi empat aspek yaitu kelayakan isi bahasa sajian dan kegrafisan. Penilaian kelayakan modul dilakukan oleh 2 dosen Kimia FMIPA UM dan 2 guru Kimia Analisis SMKN 3 Madiun. Untuk mengetahui keefektifan modul dalam pembelajaran modul hasil pengembangan diujicobakan kepada siswa kelas XII AK 1 SMKN 3 menggunakan rancangan penelitian jenis posttest only non equivalent control group design. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari komentar dan saran untuk perbaikan modul dari dosen kimia dan guru kimia analisis. Data kuantitatif terdiri dari hasil penilaian angket dan skor tes hasil belajar siswa. Tes hasil belajar terdiri dari 20 soal pilihan ganda dengan validitas isi 98 7% dan reliabilitas yang diukur dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson 20 (K-R 20) sebesar 0 80. Data skor tes dianalisis menggunakan uji-t. Modul hasil pengembangan terdiri dari pra pendahuluan pendahuluan tiga learning activities appendix glossary answer key dan references. Tiap learning activities berisi purposes concept map rangkaian kegiatan belajar yang disajikan dalam 4 fase (contact phase curiosity phase elaborate phase dan nexus phase) mini dictionary summary competence test dan feed back. Hasil penilaian ahli isi dan materi pembelajaran menunjukkan kelayakan isi 93 8% kebahasaan 87 5% sajian 91 6% dan kegrafisan 86 3%. Hasil ini menunjukkan bahwa modul hasil pengembangan layak digunakan pada pembelajaran. Hasil uji coba modul pengembangan menunjukkan bahwa 86 7% siswa memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai siswa yang belajar menggunakan modul pengembangan dengan siswa yang belajar menggunakan bahan ajar konvensional. Nilai rata-rata siswa yang belajar menggunakan modul hasil pengembangan (81 7) lebih baik dari siswa yang belajar menggunakan bahan ajar konvensional (75 2). Dengan demikian modul hasil pengembangan efektif untuk pembelajaran materi analisis air.


Informasi Detail
DDC
Rt 543.0077 PUR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kimia, 2013.
Deskripsi Fisik
xi, 183 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03409/KI/13
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang, 2013
Subjek
1. KIMIA ANALISIS - MODUL PEMBELAJARAN
Pembimbing
1. Surjani Wonorahardjo ; 2. I Wayan Dasna
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik