Skripsi
Pengembangan media pembelajaran proses kerja turbin uap berbasis multimedia interaktif pada mata kuliah mesin konversi energi II Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang / Andri Sulistyo
Abstrak
Kata Kunci Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Matakuliah MKE II Salah satu standar kompetensi dalam mata kuliah Mesin Konversi EnergiII adalahmahasiswa memiliki pemahaman tentang mesin dengan tenaga fluida (turbin gas ketel uap turbin uap trubin air). Untuk itu mahasiswa harus mampu menjelaskan cara kerja mesin dengan menggunakan tenaga fluida. Dalam prosesnya mahasiswa mempelajari tentang cara kerja dan klasifikasi turbin air dan turbim uap. Matakuliah ini merupakan salah satu matakuliah wajib yang harus dipelajari oleh mahasiswa khususnya program studi S1 Pendidikan Teknik Mesin (PTM). Matakuliah ini di tempuh di semester 5. Metode pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang saat ini lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah tanya jawab demonstrasi penugasan dan praktikum. Metode ini cukup efektif tetapi belum cukup apabila menginginkan pembelajaran yang menuntut mahasiswa untuk lebih aktif dan mandiri.Penggunaan media DVD (Digital Versaitle Disc) pembelajaran interaktif sebagai salah satu solusi media pembelajaran yang sangat tepat. Dalam metode ini media pembelajaran yang digunakan pembelajaran yang berbasis teknologi multimedia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang telah dikembangkan dan diujicobakan kelayakan yang da pat mendukung efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar pada mata kuliah Mesin Konversi Energi pada jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UM. Penelitian ini merupakan pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang menggunakan model pengembangan Sadiman dkk. Perancangan media pembelajaran melalui 8 tahap kegiatan yaitu 1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik 2) merumuskan tujuan pembelajaran 3) merumuskan butir-butir materi 4) menulis naskah media 5) produksi Produk 7) validasiAhli 8) revisiProdukMedia Pembelajaran Multimedia Interaktif. Berdasarkan hasil validasi materi diperoleh persentase 89 6%dengankriteria valid/layak dan dari validasi media diperoleh persentase 83 3%dengan kriteria valid/layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan masuk pada kriteria valid/layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Selaian itu terdapat hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 83 25% dengan kriteria valid/layak kesimpulan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.