Skripsi
Perbedaan hasil belajar penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase (LC 5-E) & LC 5E-STAD pada materi termokimia kelas XI SMK Negeri 6 Malang / Nadia Relyta Distantiasari
Abstrak
Distantiasari Nadia Relyta. 2013. Perbedaan Hasil Belajar Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase (LC 5-E) LC 5E-STAD Pada Materi Termokimia Kelas XI SMK Negeri 6 Malang. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Darsono Sigit M.Pd (II) Dra. Hj. Hayuni Retno Widarti M.Si. Kata Kunci LC 5E LC 5E-STAD termokimia hasil belajar Pembelajaran kimia selama ini lebih banyak disajikan secara verbal. Model pembelajaran verbal memiliki kelemahan yaitu sering terjadi kesalahan penerjemahan konsep kedalam kognitif siswa untuk mencegah kesalahan konsep maka digunakan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik ilmu kimia antara lain Learning Cycle (LC). Learning Cycle memiliki kelemahan yakni siswa dituntut untuk belajar mandiri. Hal ini menyulitkan siswa yang memiliki kemampuan rendah Oleh karena itu diperlukan pembelajaran yang melibatkan interaksi antar siswa model pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu model pembelajaran kooperatif STAD. Agar dapat saling melengkapi antara pembentukan struktur kognitif dan afektif dilakukan penggabungan dua model pembelajaran menjadi LC 5E-STAD. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5 fase (LC 5E) dan LC 5E-STAD pada materi termokimia di kelas XI semester 2 SMK Negeri 6 Malang (2) mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran LC 5E dan LC 5E-STAD pada materi termokimia di kelas XI semester 2 SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen diajarkan dengan model LC 5E-STAD sedangkan kelas kontrol diajarkan dengan model LC 5E. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif meliputi keterlaksanaan proses pembelajaran nilai afektif serta kuis. Analisis statistik untuk mengetahui hasil belajar yakni nilai ulangan harian materi termokimia. Analisis statistik hasil belajar yang digunakan adalah statistik non parametrik Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran di kelas kontrol sebesar 84 6% dan untuk kelas eksperimen sebesar 88 8%. (2) Ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-STAD dengan kelas kontrol yang diajarkan dengan model pembelajaran LC 5E. Siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran LC 5E memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 76 25 sedangkan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran LC 5E-STAD memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 80 27. Rata-rata nilai afektif siswa kelas kontrol sebesar 63 97 sedangkan untuk kelas eksperimen sebesar 68 40.