Tugas Akhir
Penambahan daging ikan tenggiri pada pembuatan croissant / Emilia Prisdiana
Abstrak
Prisdiana Emilia. 2013. Penambahan Daging Ikan Tenggiri Pada Pembuatan Croissant. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi M.Si. (II) Laili Hidayati S.Pd. M.Si. Kata Kunci penambahan ikan tenggiri croissant Croissant adalah roti gulung berbentuk bulan sabit biasanya terbuat dari adonan puff pastry. Bahan pembuatan croissant hampir sama dengan pembuatan roti namun yang membedakan yaitu dengan penambahan pastry margarine (korsvet) sehingga menghasilkan tekstur yang berbuku-buku dan terasa empuk saat dimakan. Ikan tenggiri yang digunakan yaitu ikan tenggiri segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri yang tepat selain itu untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna rasa dan tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri. Panelis dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tata Boga angkatan 2010-2012 sejumlah 40 orang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa 24 panelis (60%) menyukai warna croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri 15 panelis (37 5%) menyukai rasa croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri dan 17 panelis (42 5%) menyukai tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri. Formula yang tepat untuk produk croissant dengan penambahan ikan tenggiri adalah formulasi ke 2 yaitu penambahan daging ikan tenggiri sebanyak 150 gr dengan terigu protein tinggi 250 gram. Warna yang dihasilkan yaitu coklat kemasan rasa gurih dan tekstur yang empuk dan berpori halus. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memilih suka terhadap warna croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri tetapi hanya beberapa panelis yang menyukai rasa dan tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri.